16 October 2020, 19:00 WIB

Tiongkok Diminta Hentikan Impor Bahan Baku Kapas Australia


Mediaindonesia.com | Internasional

Pabrik pengolahan kapas milik perusahaan Tiongkok diminta untuk berhenti membeli bahan baku kapas dari Australia, kata seorang narasumber dari pemerintah Negeri Kangguru, Jumat (16/5).

Instruksi itu menandai hubungan Tiongkok dan Australia yang kian dingin.

Tiongkok merupakan pembeli terbesar untuk bahan baku kapas Australia. Total nilai dagang produk kapas mencapai kurang lebih AUS$900 juta  (sekitar Rp9,37 triliun) untuk tahun produksi 2018/2019.

Hubungan Australia dan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir ini merenggang setelah Canberra menuduh Beijing ikut campur urusan dalam negeri Australia.

Relasi dua negara kian memburuk setelah Perdana Menteri Australia Scott Morrion mendesak komunitas internasional untuk menyelidiki asal usul covid-19, yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, akhir tahun lalu.

"Pabrik itu tentu mendapat kuota impor dan mereka menerima informasi bahwa mereka tidak akan mendapat kuota impor tahun depan jika membeli kapas kami," kata seorang pejabat Pemerintah Australia yang menerima informasi tersebut dari sejumlah perwakilan Australia di Tiongkok.

Jika perusahaan Tiongkok tetap membeli kapas dari Australia, mereka akan diwajibkan membayar 40 persen tarif/bea masuk, kata sumber tersebut, yang menolak menyebutkan nama karena tidak berwenang menyampaikan informasi itu ke media.

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham lewat surat elektronik mengatakan pemerintah "mengetahui adanya perubahan pada syarat dan ketentuan ekspor" kapas.

Kedutaan Tiongkok di Australia belum menanggapi pertanyaan terkait masalah tersebut.

Birmingham memperingatkan Tiongkok agar tidak membatasi aktivitas dagang para pelaku usaha.

"Pembatasan terhadap kemampuan produsen untuk berkompetisi pada level yang setara dapat menjadi potensi pelanggaran dagang internasional, yang akan ditanggapi secara serius oleh Australia," kata Birmingham. (Ant/OL-12)

 

BERITA TERKAIT