16 October 2020, 17:14 WIB

Menkeu Ajak Negara G20 Jaga Stimulus Melawan Pandemi


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh negara anggota G20 untuk bersama memulihkan ekonomi global secara menyeluruh dan merata. Stimulus melawan pelemahan pandemi juga diminta tetap dijaga untuk mendukung agenda pemulihan ekonomi global.

“Pemulihan ekonomi yang parsial dan tidak merata dapat membawa prospek ekonomi global jauh dari tingkat sebelum pandemi. Negara-negara G20 harus menghindari penarikan stimulus terlalu dini guna mendukung pemulihan berada di jalur yang benar," ujarnya dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 yang membahas respons pandemi covid-19, perpajakan internasional, dan isu sektor keuangan pada 12-14 Oktober yang dikutip, Jumat (16/10).

Sri Mulyani menambahkan, ketersediaan dan akses vaksin menjadi penting bagi tiap negara untuk mendukung penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi. Indonesia, kata dia, berkomitmen untuk menggunakan semua perangkat kebijakan yang ada.

"Indonesia berkomitmen untuk menggunakan semua perangkat kebijakan, termasuk policy mix antara kebijakan fiskal, moneter, dan struktural dalam mendukung pemulihan ekonomi. Indonesia baru saja mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja guna mendukung investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan," tutur dia.

Pernyataannya itu juga berkenaan dengan laporan International Monetary Fund (IMF) yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di angka minus 4,4%. Itu lebih baik ketimbang taksiran perkiraan sebelumnya yang memprediksi ekonomi global bakal minus 4,9% di 2020.

Kendati tanda pemulihan terlihat merangkak naik, Sri Mulyani menekankan agar tiap negara waspada. Sebab, ketidakpastian yang ditimbulkan pandemi masih potensial terjadi di 2021.

Dalam pertemuan itu pula, negara G20 menegaskan komitmen untuk menggunakan semua kebijakan luar biasa dalam menangani pandemi untuk melindungi masyarakat, lapangan kerja, pemulihan ekonomi, serta ketahanan sistem keuangan dengan pengelolaan yang hati-hati.

Selain itu, disahkan pula pembaruan G20 Action Plan yang mencakup prinsip dan langkah nyata atas kebijakan dan komitmen penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Arab Saudi dan dihadiri oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G-20, Bank Dunia, IMF, dan lembaga internasional lain, serta negara undangan. Delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. (OL-14)

BERITA TERKAIT