16 October 2020, 16:43 WIB

Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas pada 2022


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

PUBLIK terus mempertanyakan vaksin covid-19 yang diproduksi Eijkman Institute. Mengingat, vaksin buatan anak bangsa itu baru menjadi prioritas pada 2022 mendatang.

Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPPEN) Raden Pardede menyebut vaksin Merah Putih diproduksi paling cepat pada kuartal III-IV 2021.

"Produksi dari vaksin Merah Putih itu yang menjadi supply utama kita. Yang lain itu menjadi tambahan," ujar Raden saat dihubungi, Jumat (16/10).

Baca juga: Dipuji WHO, Vaksin Asal Rusia tidak Dilirik Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tengah merumuskan peta jalan 320 juta ampul vaksin untuk 160-180 juta orang. Setiap orang membutuhkan sekitar 1-2 ampul.

Penerima vaksin covid-19 yang diprioritaskan ialah petugas kesehatan, polisi, satpol PP dan pasukan TNI, yang berada dekat dengan zona covid-19.

"Selanjutnya, pasien komorbid (penyakit bawaan). Lalu yang masih dipertimbangkan umur 15-19 tahun atau 59 tahun sampai dengan seterusnya," jelas Raden.

Baca juga: Cari Vaksin, Pemerintah Jajaki Pfizer Hingga Johnson & Johnson

Saat ini, pemerintah telah menandatangani kesepakatan pengadaan vaksin dengan sejumlah perusahaan asing, yakni Sinovac Biotech, CanSino Biologics Inc, G42, Sinopharm, dan AstraZeneca PLC.

AstraZeneca diketahui siap mengirimkan vaksin sebanyak 100 juta ampul, Sinopharm 15 juta ampul dan Sinovac Biotech berencana mengirimkan 3 juta ampul. Kemudian, CanSino Biologics Inc menyanggupi 15-20 juta ampul pada 2021 dan akan mengirim 100 ribu ampul pada November 2020.(OL-11)

BERITA TERKAIT