16 October 2020, 16:30 WIB

Wisatawan Mulai Kunjungi Kawasan Wisata Karimunjawa


Akhmad Safuan | Nusantara

KAWASAN wisata di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mulai dibuka kembali Jumat (16/10). Namun, jika terdapat kasus positif Covid-19, Pemkab Jepada akan kembali menutup kawasan wisata tersebut.

Pemantauan Media Indonesia Jumat (16/10) tidak seperto hari-hari sebelumnya sejak tujuh bulan terakhir, Pelabuhan Penyeberangan Kartini, Kabupaten Jepara sejak pagi sudah dipenuhi warga dan wisatawan yang akan melakukan kunjungan wisata ke Kepulauan Karimunjawa.

Meski harus menjalani rapid test sebelum mengunjungi Karimunjawa, para wisatawan sama sekali tidak mengeluh. Mereka tetap menatuhi protokol kesehatan yang ditentukan.

Pada pemberangkatan perdana ini, KMP Bahari Ekspress membawa 209 penumpang baik itu warga setempat maupun wisatawan, namun untuk wisatawan dilakukan pembatasan jumlah hanya sekitar 100 orang per pekan.

"Sudah lama kami menunggu bisa berkunjung ke Karimunjawa ini, srhingfa ketika mendenfar akan dibuja kembali hari ini langsung mendaftar," kata
Andre,38, warga Semarang di Pelabuhan Kartini, Jepara.

Hal serupa diungkapkan Ratri, 40, wisatawan dari Tanggerang, meskipun harus membayar biaya rapid test Rp150 ribu tidak masalah, karena sejak pandemi covid-19 tidak dapat pergi kemana-mana. Ketika berkunjung ke saudara di Kudus dan mendapat informasi Karimunjawa dibuja langsung ikut mendaftarkan diri.

Bupati Jepara Dian Kristiandi secara terpisah mengatakan sangat mendukung dan gembira dibukanya kembali Kepulauan Karimunjawa untuk menerima kunjungan wisatawan, karena sudah cukup lama warga terpuruk secara ekonomi karena tidak adanta pelancong yang berkunjung.

"Sudah lama kami meminta agar Karimunjawa dibuka kembali, selama pandemi covid-19 kecamatan kepulauan itu zero korona karena tidak ada satu kasuspun yang muncul," kata Dian Kristiandi.

Namun demikian, lanjut Dian, dalam pelaksanaan pembukaan kembali Karimunjawa itu tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat, sehingga tidak hanya petugas wisata yang diturunkan tetapi dari mulai Pelabuhan Kartini hingga di pulau itu daturunkan petugas dari dinas kesehatan, Satpol PP hingga aparat lain untuk mengawasi.

"Jika nanti ditemukan kasus covid-19 selama dibukanya taman badional ini, maka sangat mungkin akan ditutup kembali," ungkapnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT