16 October 2020, 16:27 WIB

Kebergantungan Vaksin Luar Negeri Berkurang Pada 2022


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

PEMERINTAH meyakini kebergantungan vaksin luar negeri akan berkurang seiring vaksin Merah Putih dapat diproduksi dan dibagikan kepada masyarakat.

Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPPEN) Raden Pardede, menilai vaksin Merah Putih akan menjadi prioritas bersama.

"Diprediksi vaksin Merah Putih akan digunakan pada kuartal III/IV 2021 harus diupayakan penuh, agar pada 2022 akan diproduksi penuh maka ketergantungan pada vaksin luar negeri akan berkurang," kata Raden kepada mediaindonesia,com, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).

Raden mengatakan vaksin Merah Putih masih berada di tahap awal tetapi sudah melakukan uji laboratorium yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah difasilitasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan.

"Ketika uji laboratorium sudah dilakukan maka lanjut ke uji coba ke binatang baru uji klinis ke manusia," ucapnya.

Baca juga : Vaksin Luar Negeri Belum Tunjukkan Efek Samping

Untuk memenuhi ketersediaan vaksin saat ini pemerintah telah menandatangani perjanjian untuk pengadaan vaksin dari luar negeri yakni dari Sinovac Biotech, CanSino Biologics Inc, G42/Sinopharm, dan perusahaan asal Inggris AstraZeneca PLC. Hingga vaksin Merah Putih bisa diberikan kepada masyarakat.

Selain itu, Raden mengatakan bahwa masyarakat yang akan mendapatkan vaksin sekitar 60%. Presentase tersebut akan diprioritaskan untuk petugas kesehatan atau nakes, selanjutnya petugas polisi, satpol PP, dan tentara yang berada dekat dengan kawasan covid.

"Karena sebetulnya yang muda dengan umur 18 tahun ke bawah kemungkinan tertular virus sangat kecil kemudian tingkat imunitas relatif lebih baik. Masyarakat yang beresiko yang sudah tua semakin tua semakin beresiko," ungkapnya.

"Oleh karena itu, yang tua dan komorbid perlu ditambah imunitasnya, karena komorbid jika terkena covid maka langsung dimasukkan ke ICU. Sehingga hal ini harus diproteksi karena tingkat kematiannya yang paling tinggi. Harapannya ketika divaksin tingkat imunitas naik dan tingkat kematian akan turun," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT