16 October 2020, 16:21 WIB

Polresta Tasikmalaya dan BNK Gelar Sidak hingga Tes Urine


Kristiadi | Nusantara

Badan Narkotika Nasional Kota Tasikmalaya melakukan inpeksi mendadak (Sidak) di dalam Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Kelas II B dan secara langsung menggelar tes urine bagi 30 orang narapidana kasus narkotika, Jumat (16/10). Pemeriksaan dilakukannya sebagai upaya antisipasi mencegah peredaran hingga penyalahgunaan narkoba.

Kepala Satuan Pengamanan Lapas Klas II B Tasikmalaya, Redi Agian mengatakan, untuk sekarang pihaknya kedatangan dari anggota BNK dan Polresta Tasikmalaya dan tujuannya untuk melakukan tes urine bagi warga binaan khususnya kasus narkotika. Karena, kegiatan yang dilakukannya memang sudah diketahui sebelumnya akan melakukan test urine bagi narapidana.

"Kami melakukan tes urine secara mendadak tanpa diketahui oleh siapapun hanya saya dan kalapas yang sudah tahu akan melakukannya kegiatan tersebut. Karena, sebelumnya sudah ada koordinasi dengan Satnarkoba Polresta Tasikmalaya dan BNK supaya menggelar tes urine untuk mengantisipasi peredaran narkoba di dalam Lapas terutamanya di masa pandemi Covid-19," katanya, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga: Ganja di Kandang Ayam Terendus BNN Tasikmalaya

Ia mengatakan, peredaran narkotika di wilayah Kota Tasikmalaya cukup mengkhawatirkan dan langkah yang dilakukannya tersebut untuk memaksimalkan pembinaan agar para warga binaan tidak kembali terjerumus masuk dalam penyalahgunaan narkoba. Namun, jika ada warga binaan yang positif narkoba, pihaknya akan langsung menyerahkannya ke polisi atau BNN untuk ditindaklanjuti.

"Mudah-mudahan semua warga binaan yang di tes urine hasilnya negatif, jika ditemukannya positif akan langsung menyerahkannya pada Polisi dan BNK supaya mereka bisa di proses kembali sesuai hukuman. Sedangkan, dalam lapas sendiri tidak hanya tes urine tetapi razia kamar secara acak terus dilakukannya supaya tidak ada senjata berbahaya," ujarnya.

Kepala Unit Satu Satuan Narkoba Polresta Tasikmalaya IPDA Wahidin mengatakan, dalam penanganan kasus narkotika selama ini selalu berkoodinasi dengan Lapas dan BNK dalam melakukan tes urine terutama kepada warga binaan yang mengkonsumsi narkoba. Namun, tes urine yang dilakukannya sekarang ada 30 sampel yang diperiksa petugas tidak menemukan adanya warga binaan pemakai.

"Pemeriksaan yang dilakukannya tersebut tak ada satupun narapidana di kasus narkotika positif memakai pemakaian narkoba, tetapi kami akan terus berupaya mengantisipasinya supaya peredaran itu tidak terjadi. Karena, di satu sisi memang peredaran narkoba selama ini cukup banyak dan mereka melakukannya dengan sistem lama yakni tempel dan lainnya," paparnya. (AD/OL-10)

BERITA TERKAIT