16 October 2020, 15:56 WIB

Jerat Aktivis, Polri Masih Buka Peluang Tangkap Tersangka Lain


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

TIM penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tak menutup kemungkinan menangkap tersangka lain terkait kasus hoaks dan penghasutan terhadap masyarakat saat demonstrasi tolak omnibus law UU Ciptaker.

Sebelumnya, polisi mengamankan sejumlah anggota hingga petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), terkait penyebaran hoaks dan ujaran kebencian SARA.

Terakhir, petugas kepolisian Ditreskrimum Polda Jabar telah memeriksa 6 orang anggota KAMI terkait dugaan penganiayaan terhadap anggota kepolisian. Keenam orang tersebut berstatus sebagai saksi, Kamis (15/10).

Baca juga : Pendemo Mulai Berkumpul, Transjakarta Perpendek Dua Rute

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono, menuturkan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk mengamankan tersangka lain.

"Tentunya tidak menutup kemungkinan ada tersangka-tersangka lain. Kita tunggu saja, kita hormati kerja penyidik. Kita sama-sama tunggu," paparnya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/10).

Sebelumnya, Polri telah menangkap sejumlah aktivis serta petinggi KAMI dari Medan dan Jakarta terkait insiden demo omnibus law yang berujung ricuh.

Mereka diamankan dengan tuduhan menyampaikan pesan atau berita berisi nada provokasi. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT