16 October 2020, 15:40 WIB

Unggah Info Anak Biden, Twitter Batasi Akun Kampanye Trump


mediaindonesia.com | Internasional

TWITTER menangguhkan akun kampanye Donald Trump untuk sementara waktu.

Sebab, akun tersebut melanggar aturan dengan mengunggah sebuah video tentang putra calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Dmeokrat, Joe Biden.

Video yang diunggah akun @TeamTrump merujuk pada laporan New York Post terkait dugaan rincian transaksi bisnis Hunter Biden dengan perusahaan energi asal Ukraina.

Laporan itu menyebut mantan Wakil Presiden AS Joe Biden telah bertemu dengan seorang penasihat perusahaan Ukraina tersebut. Akun kampanye Trump mencantumkan kalimat "Joe Biden adalah pembohong yang merampok negara kita selama bertahun-tahun" dalam unggahan video.

Baca juga: Facebook dan Twitter Hapus Postingan Trump

Manajemen Twitter menilai video tersebut melanggar aturan tentang pengunggahan informasi pribadi. Serta, memandang akun kampanye Trump sebaiknya menghapus kiriman video itu, agar bisa kembali membuat cuitan.

"Semuanya akan berakhir dengan gugatan besar. Ada dampak yang sangat parah. Saya lebih suka tidak melihatnya terjadi, tapi mungkin harus," ujar Trump saat ditanya tentang pelarangan sementara oleh Twitter.

Sebelumnya, Twitter menyebut unggahan artikel New York Post telah melanggar kebijakan "materi yang diretas". Serta, melarang distribusi konten yang diperoleh melalui peretasan. Apalagi berisi informasi pribadi dan rahasia dagang, bahkan menempatkan seseorang pada risiko cedera fisik.

Baca juga: Staf Positif Covid-19, Kamala Harris Hentikan Kampanye

Facebook dan Twitter diketahui mengambil langkah proaktif untuk membatasi penyebaran berita dari New York Post, beberapa jam setelah dipublikasikan.

Twitter telah memberlakukan pembatasan serupa pada akun Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, setelah dirinya membagikan artikel New York Post itu.

Setelah Twitter menerapkan pembatasan, Komite Kehakiman Senat AS melayangkan panggilan kepada Kepala Eksekutif Twitter Jack Dorsey. Komite akan memberikan suara terhadap pemanggilan Dorsey pada 20 Oktober mendatang.(Ant/OL-11)

BERITA TERKAIT