16 October 2020, 15:13 WIB

8.000 Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law


Rahmatul Fajri | Megapolitan

SEBANYAK 8.000 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang digelar oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (SI) di Istana Negara, Jakarta hari ini.

"Sekitar 8.000 lebih personel itu gabungan TNI-Polri," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (16/10).

Baca juga: Pendemo Mulai Berkumpul, Transjakarta Perpendek Dua Rute

Yusri mengatakan unsur dari pemerintah daerah, antara lain Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga pemadam kebakaran juga dilibatkan. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan personel cadangan sebanyak 10 ribu personel.

"Serta personel cadangan sebanyak 10.000 yang standby di Polda," beber Yusri.

Seperti diketahui, BEM SI kembali menggelar demo pada Jumat (16/10/2020), pukul 13.00 WIB siang ini di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Ada tiga tuntutan yang dibawa BEM SI, yakni mendesak presiden untuk mengeluarkan Perppu demi mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada 5 Oktober 2020. Lalu, mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Kemudian, mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap massa aksi. (OL-6)

BERITA TERKAIT