16 October 2020, 15:04 WIB

25 Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Depok Mundur


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

DENGAN berbagai alasan 25 relawan pemulasaran jenazah covid-19 di Kota Depok mundur, akibatnya terjadi kekurangan tenaga relawan untuk mengurusi jenazah.

Alasan mundurnya para relawan pemulasaran kenazah itu, antara lain, terkait honor yang tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi. Soalnya, satu  jenazah untuk empat sampai lima relawan hanya dibayar Rp1,5 juta. Selain itu, ada relawan yang tidak sanggup karena takut tertular, kemudian jam kerja yang berat yakni harus siaga 24 jam.

Kepala bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Romulo Hutauruk, Pemerintah Kota (Pemko) Depok kekurangan tenaga pemulasaran jenazah korban covid-19 karena 25 orang telah mengundurkan diri.

Dikatakan sebelumnya relawan pemulasaran 36 orang, tetapi kini hanya tersisa 11 orang yang terdiri tujuh orang perempuan dan empat laki-laki.

Romulo menjelaskan, berkurangnya jumlah relawan pemulasaran covid-19 karena khawatir terpapar.  Selain itu, beban tugas relawan juga sangat berat karena harus siaga selama 24 jam.

“Jadi ada yang kurang sehat, ada yang karena pekerjaannya responsif 24 jam jadi banyak yang mengundurkan diri alasan dengan resiko tinggi terhadap kesehatan,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap hal ini bisa menjadi perhatian. Dia pun meminta kesediaan tenaga tambahan untuk ikut bergabung dalam misi kemanusiaan tersebut. Dalam bertugas, para relawan telah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dan pelatihan selama beberapa hari sebelum akhirnya turun ke lapangan.

“Yang jelas kita masih buka pekerjaan untuk relawan pemulasaran jenazah Covid-19 untuk membantu kita,” tegasnya.

Romulo menjelaskan, pihaknya akan menyuplai vitamin dan memantau kesehatan para relawanan secara berkala. Sebelum bertugas, para relawan ini wajib menjalani tes swab.

Baca juga : Antisipasi Longsor Susulan, Petugas Pasang Cerucuk

Saat ini, pihaknya kian gencar melakukan pelatihan atau penyuluhan terkait penanganan jenazah korban covid-19.

“Mereka dibekali tata cara tentang pemandian, penyolatan hingga aturan memakamkan jenazah yang terpapar virus berbahaya tersebut,” ucapnya.

Diungkapkan Romulo, idealnya relawan pemulasaran covid-19 tiap kecamatan lima orang atau 55 orang untuk 11 kecamatan. Namun karena kondisi maka hal itu tidak dapat dipenuhi.

Romulo mengaku uang lelah alias honor untuk para relawan ini hanya disiapkan Rp1,5 juta untuk penanganan satu jenazah covid-19.

“ Anggaran untuk relawan hanya berdasarkan per-kejadian. Untuk satu jenazah kita berikan Rp1,5 untuk empat sampai lima orang relawan,” pungkasnya.

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus covid-19 pada 2 Maret 2020, korban covid-19 yang meninggal di Kota Depok sampai dengan Jumat (16/10) telah mencapai 168 orang. (OL-2)

BERITA TERKAIT