16 October 2020, 13:44 WIB

UU Cipta Kerja Ingin Kuatkan Produktivitas Pekerja


Despian Nurhidayat | Ekonomi

UU Cipta Kerja diharapkan terus mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan. Saat ini tercatat sekitar 56,6% pengangguran terbuka berumur 15 hingga 24 tahun.

Untuk pekerja tidak penuh, berada pada kelompok umur 55 tahun ke atas mengisi 29% porsi dalam pekerja paruh waktu dan kelompok umur 25-34 tahun mengisi 26% dari seluruh pekerja setengah penganggur.

"Produktivitas angkatan kerja di Indonesia termasuk rendah. Kita masih di bawah Malaysia dan Laos, bahkan di bawah rata-rata negara ASEAN," tutur Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).

Anwar menegaskan, UU Cipta Kerja melindungi tiga posisi ketenagakerjaan. Pertama, masyarakat yang belum bekerja, pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan melalui investasi.

Kedua, masyarakat yang memiliki pekerjaan punya perlindungan. Ketiga, ketika terjadi pemutusan pekerjaan, masyarakat akan tetap terlindungi.

Perlu diketahui, UU Cipta Kerja terdiri dari 11 klaster, di antaranya tentang peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha. Dengan undang-undang ini, pemerintah meyakini daya saing Indonesia akan semakin baik, sehingga menarik minat pelaku usaha besar, menengah, kecil, dan mikro untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. (OL-14)

BERITA TERKAIT