16 October 2020, 13:08 WIB

Okupansi Kawasan Industri akan Terus Naik


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PENYEWA di kawasan industri terus mencari ruang baru, terutama dari kalangan e-commerce. Ini menopang industri, khususnya logistik, sangat kuat selama enam bulan ke belakang saat pembatasan sosial berskala besar ditetapkan, bahkan sejak sebelum pandemi.

Itu disampaikan Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia James Taylor dalam jumpa pers daring di Jakarta, Kamis (15/10). Banyak perusahaan mencari ruang-ruang baru untuk menyimpan dan mendistribusikan barang, seperti makanan atau produk kesehatan yang sangat dibutuhkan saat ini. "Jadi, ada banyak aktivitas dari sisi investor," katanya.

Konsultan properti JLL juga menjelaskan hingga kuartal ketiga 2020, tingkat okupansi industri hampir mencapai 95%-100% di sejumlah lokasi di Jabodetabek, seperti Jakarta, Karawang, Depok-Bogor, dan Tangerang. Di Bekasi tercatat okupansi mencapai 73%, Cikarang 91%.

Secara rata-rata, tingkat okupansi berada di angka 89%. "Bekasi itu 73% tapi akan naik segera. Gudang di lokasi itu akan segera terisi lagi," imbuh James. Dengan capaian tersebut, JLL menilai sektor pergudangan logistik modern masih menjadi sektor yang tetap diminati investor maupun penyewa di kala pandemi.

Kebijakan PSBB justru menjadi faktor pemicu investor di bidang barang konsumsi (FMCG) dan e-commerce untuk terus melakukan transaksi sehingga melakukan penyewaan kala pandemi. JLL juga mencatat ada dua gudang yang selesai dibangun pada kuartal ketiga 2020 dengan total 133 ribu meter persegi.

Besarnya okupansi dan investasi di kawasan industri itu tampaknya juga memengaruhi kinerja pengembang PT Agung Podomoro Land Tbk. Head of Investor Relations Agung Podomoro Land Wibisono mengatakan kenaikan marketing sales perusahaan karena banyak penjualan lahan industri.

"Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp2,4 triliun, di luar pajak pertambahan nilai (PPN), untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020 atau meningkat 76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,4 triliun. Pencapaian ini terutama didukung penjualan lahan industri di Karawang, Jawa Barat, seluas 175 hektare pada September 2020," ujar Wibisono.

Kontributor signifikan lain yaitu Podomoro Park di Bandung, Podomoro Golf View di Cimanggis, dan Podomoro City Deli Medan. Secara keseluruhan, keempat proyek itu menyumbang sekitar 88% dari total marketing sales. Pihaknya menargetkan marketing sales sebesar Rp2,7 triliun-Rp3,0 triliun dalam tahun ini. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT