16 October 2020, 11:30 WIB

Tanggulangi Efek Covid, Pemprov Babel Bagi 5.000 Kemasan untuk UKM


mediaindonesia.com | Nusantara

Untuk menanggulangi dampak Covid-19 terhadap para pelaku usaha IKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel) melalui UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Babel akan membagikan 5.000 kemasan kepada pelaku usaha IKM se-Babel.

Dr. Muslim El Hakim Kurniawan,ST.,MM selaku Kepala UPTD Rumah Promosi dan Kemasan (RPK) menjelaskan latar belakang pembagian 5.000 kemasan kepada pelaku usaha IKM se-Provinsi Kepulauan Babel itu berdasarkan hasil survei pada Maret 2020. Dari survei pada awal pandemi itu diketahui bahwa terjadi pemerosotan omset para pelaku usaha IKM di Provinsi Babel.

Berdasarkan latar belakang tersebut, UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Babel pada tahun ini akan memberikan stimulan kemasan kepada 50 IKM se-Babel. Setiap IKM akan mendapatkan 100 kemasan. IKM tersebut terdiri dari IKM OVOP dan IKM potensial yang terdampak Covid-19.

Baca Juga: Dongkrak Ekspor Produk UKM Babel, Kemenkop Gelar Pelatihan

IKM yang akan mendapatkan bantuan berdasarkan usulan dari kabupaten dan kota. IKM potensial diusulkan oleh kabupaten dan kota disurvei secara online untuk mendalami dampak Covid-19 terhadap usaha mereka agar nanti yang terpilih benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, pemprov melalui UPTD RPK Disperindag Babel rencananya akan membagikan 5.000 kemasan yang akan diserahkan saat meluncurkan UPTD RPK yang direncanakan pada Desember mendatang.

“Saat ini retribusi untuk RPK juga sudah disahkan melalui pengesahan Perda Retribusi Jasa Usaha pada 7 Oktober lalu,” ungkapnya, Jumat (16/8) di ruang kerjanya.

Menurut Muslim, salah satu poin yang dapat meningkatkan daya saing produk adalah kemasan yang baik dan terjangkau. Saat ini, secara umum UMKM atau IKM masih menggunakan kemasan yang sederhana dengan alasan efisiensi. Karena kemasan yang menarik dan baik biasanya mensyaratkan minimum pesanan. Bahkan, beberapa UMKM dan IKM pangan harus mengeluarkan uang Rp15.000.000 di awal untuk memesan kemasan. Padahal, jika minimum order dapat dihilangkan, modal tersebut dapat diputar untuk keperluan yang lain terutama di masa pandemi seperti saat ini.

Karena itu, sesuai arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Babel hadir dalam rangka membantu UMKM dan IKM. Ini agar UMKM dan IKM mendapatkan kemasan yang baik hingga dapat dipasarkan ke tingkat nasional bahkan global sekaligus. Serta menghilangkan minimum order yang menjadi salah satu kendala mereka untuk memesan kemasan yang lebih baik.

Dalam penjelasannya, pembagian 5.000 kemasan kepada pelaku usaha IKM juga bertujuan untuk sebagai media promosi bagi UPTD RPK. Yakni bahwa UPTD RPK kini sudah bisa memproduksi kemasan yang dibutuhkan IKM dengan harga terjangkau dan tanpa minimum order karena 5.000 kemasan tersebut akan diproduksi sendiri oleh UPTD RPK. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT