16 October 2020, 08:01 WIB

Warga 19 Desa di Klaten Alami Kekeringan


Djoko Sardjono | Nusantara

WARGA 19 desa yang tersebar di lima wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami kekeringan akibat kemarau. Ke-19 desa itu mendapatkan gelontoran bantuan air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah menyalurkan bantuan air bersih ke daerah kekeringan itu sebanyak 559 tangki atau 2.795.000 liter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Yuwana Haris menyebut kondisi krisis air bersih terparah dialami warga di 15 desa di Kecamatan Bayat dan Kemalang.

Baca juga: Wali Kota Pematangsiantar Resmikan Kampung Paten dan Panen Raya

Krisis air bersih di Kecamatan Bayat dialami warga Desa Jambakan, Wiro, Krikilan, Dukuh, Bogem, Jarum, Krakitan, Gunung Gajah, Jambakan, dan Ngerangan.

Kemudian di Kecamatan Kemalang, kesulitan air bersih dirasakan warga lima desa di lereng Gunung Merapi, yaitu Desa Sidorejo, Kendalsari, Tangkil, Tlogowatu, dan Tegalmulyo.

"Sejak dimulai dropping air pada 8 Juli lalu, BPBD, hingga saat ini, telah menyalurkan 199 tangki untuk warga di Bayat dan 273 tangki di Kemalang," kata Haris, Kamis (15/10).

Sedangkan empat desa kekeringan lainnya, yaitu Desa Bandungan dan Temuireng di Kecamatan Jatinom, Desa Gaden di Kecamatan Trucuk, dan Desa Kanoman di Kecamatan Karangnongko.

Keempat desa kekeringan tersebut, menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, telah digelontor bantuan air bersih total sebanyak 87 tangki atau sekitar 435.000 liter.

Dalam penyaluran bantuan air bersih, BPBD Klaten mengutamakan pengisian bak-bak penampungan air untuk masyarakat umum, tempat ibadah, dan warga penyandang disabilitas.

"BPBD Klaten, tahun ini, menyiapkan anggaran Rp242,95 juta untuk kegiatan dropping air sebanyak 1.000 tangki. Dan, hingga saat ini, telah tersalurkan 60% atau 559 tangki," ujar Haris. (OL-1)

BERITA TERKAIT