16 October 2020, 05:10 WIB

Adu Kuat Politik Kedaerahan


Yose Hendra | Pilkada

MENARIK melihat empat pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Sumatra Barat. Menarik karena beberapa calon berasal dari daerah yang sama.

Pasangan nomor urut 1, Mulyadi-Ali Mukhni, misalnya. Mulyadi berasal dari Agam, sama halnya dengan Mahyeldi, calon gubernur lainnya.

Meski Mahyeldi saat ini Wali Kota Padang, yang namanya kampung tetap menjadi jualan dan orang pun akan melihat asal usul tersebut. Agam terkenal melahirkan banyak tokoh bangsa. Setidaknya ada 103 nama dari ulama, sastrawan, pejuang kemerdekaan, dan pahlawan nasional yang tercatat berasal dari Agam.

Pahlawan nasional seperti Abdul Moeis, Agus Salim, Buya HAMKA, Rasuna Said, Sutan Syahrir, dan Adenan Kapau Gani berasal dari daerah ini.

Pilkada kali ini juga akan menjadi rekor bagi Agam sebagai wilayah yang memastikan putra daerahnya duduk sebagai gubernur ataupun wakil gubernur.

Selain Mulyadi dan Mahyeldi, juga ada Fakhrizal. Bekas Kapolda Sumbar dengan pangkat irjen ini merupakan calon gubernur nomor urut 3. Ia berpasangan dengan Genius Umar yang
merupakan Wali Kota Pariaman.

Lalu ada Indra Catri. Pasangan dari petahana Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Pasangan nomor 2 ini terakhir menjabat Bupati Agam selama 2 periode. Dengan demikian, total ada 4
putra Agam.

Pastinya mereka akan saling memaksimalkan suara di kampung yang merupakan populasi terbanyak setelah Kota Padang. KPU Kabupaten Agam menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) di sana sebanyak 346.130.

Setelah Agam, Pariaman menjadi entitas yang cukup kuat kedaerahannya. Pasalnya, ada 2 wakil mereka dalam Pilgub Sumbar 2020. Keduanya samasama menjadi wakil, yakni Genius Umar
dan Ali Mukhni.

Genius adalah Wali Kota Pariaman 2 periode terakhir, dan sebetulnya masih menjabat. Adapun Ali Mukhni juga Bupati Padang Pariaman 2 periode terakhir.

Nasrul Abit menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Pesisir Selatan. Ketua KPU Pesisir Selatan, Epaldi Bahar, menyebutkan bahwa jumlah pemilih di Kabupaten Pesisir sebanyak 337.902
orang.

Artinya menjadi kekuatan suara ketiga terbesar di Sumbar sehingga kans Nasrul Abit sangat besar di sini. Apalagi dia diusung oleh Partai Gerindra, pemenang pada pileg tahun lalu di Sumbar.

Nasrul Abit juga Bupati Pesisir Selatan 2 periode.


Mengejutkan


Dari empat kandidat yang berlaga, pasangan Fakhrizal-Genius Umar (Fage) bisa mengejutkan. Fakhrizal, yang baru turun ke gelanggang politik, mentereng di karier kepolisiannya. Saat menjadi
Kapolda Sumbar, dia dikenal sebagai jenderal Niniak Mamak.

Fakhrizal sendiri berjanji akan menyatukan semua elemen masyarakat Sumbar tanpa adanya segmentasi antarlapisan masyarakat. “Satu hal yang segera saya lakukan adalah menyatukan semua elemen masyarakat Sumbar.

Kantor dan rumah dinas gubernur harus menjadi milik semua masyarakat Sumbar, tidak ada kotakkotak,” katanya.

Fakhrizal bersama Genius Umar juga berjanji akan membuat masyarakat merasakan dampak positif dari kepemimpinannya jika terpilih sebagai gubernur. “Kami akan menjadi milik semua rakyat. Baik masyarakat kayamiskin, tua-muda, pejabat dan rakyat biasa, orang kota atau kampung, juga petani dan pedagang.

Semua elemen rakyat harus merasakan saya menjadi gubernur,” pungkasnya.

Pasangan Fage dengan nomor urut 3 diusung oleh tiga partai besar, yaitu Golkar, NasDem, dan PKB. Mereka juga didukung Partai Berkarya, PBB, Perindo, Hanura, dan PKPI, serta 27 grup relawan
yang tersebar di seantero Sumbar.

Peneliti Spektrum Politika Andri Rusta berpandangan semua calon berpeluang memenangi pilkada dengan waktu tersisa kurang dari dua bulan. “Tergantung mereka mau memilih strategi kampanye atau pergerakan mereka satu bulan terakhir. Masa pandemi ini tidak bisa kampanye terbuka, tentu harus cerdas memilih cara kampanye,” ujarnya.

Dia menyebutkan politik kedaerahan tinggi di Agam, Pariaman, dan Pesisir Selatan. “Tentu putra daerah masingmasing calon akan diuntungkan. Tapi banyak daerah kosong potensial diperebutkan,
seperti Padang,” tukasnya.

Hasil survei Lembaga Riset dan Konsultan Spektrum Politika menemukan 78% warga Sumbar akan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember 2020 untuk memberikan suara mereka.

“Ternyata pandemi tidak menghalangi orang datang ke TPS. Angka ini cukup mengejutkan, antusiasme masyarakat perlu didalami lebih jauh,” pungkas Andri. (N-1)

BERITA TERKAIT