16 October 2020, 07:05 WIB

PM Kyrgyzstan Klaim Kekuasaan Presiden Dialihkan kepada Dirinya


Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri baru Kyrgyzstan Sadyr Japarov, Kamis (15/10), mengklaim kekuasaan kepresidenan telah dialihkan kepada dirinya. Itu dikatakannya setelah Presiden Sooronbay Jeenbekov mengundurkan diri di tengah krisis pascapemilihan.

"Kekuasaan presiden dan perdana menteri telah dialihkan kepada saya," kata Japarov kepada pendukungnya, Kamis (15/10), setelah Jeenbekov mengundurkan diri dan ketua parlemen menolak menjadi penjabat presiden.

Untuk diketahui, aksi protes meletus setelah pemilihan parlemen pada 4 Oktober dimenangkan partai-partai yang setia kepada Jeenbekov, dengan pihak lawan memperdebatkan hasil pemilu atas dugaan pembelian suara.

Baca juga: Redakan Krisis, Presiden Kyrgyzstan Pilih Mundur

Hasil pemungutan suara tersebut kemudian dibatalkan. Tetapi, itu tidak meredakan bentrokan yang menyebabkan lebih dari 1.200 orang terluka dan satu orang tewas.

Setelah mencoba meredakan krisis dengan mengonfirmasi Japarov sebagai perdana menteri yang baru, Rabu (14/10), Jeenbekov kini menjadi pemimpin ketiga Kyrgyzstan yang mengundurkan diri karena kerusuhan politik sejak 2005.

Jeenbekov mengatakan dia mundur untuk menghindari pertumpahan darah, ketika ratusan pengunjuk rasa yang setia kepada Japarov berunjuk rasa di dekat kediaman negara yang menyerukan pengunduran dirinya.

"Saya tidak ingin turun dalam sejarah Kyrgyzstan sebagai presiden yang membiarkan pertumpahan darah dan penembakan terhadap rakyatnya. Saya telah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri," kata Jeenbekov dalam pernyataan yang dirilis kantornya.

Sebagai informasi, Japarov termasuk di antara tokoh-tokoh terkemuka yang dibebaskan dari penjara saat kerusuhan terjadi.

Sejak dibebaskan dan dikukuhkan sebagai perdana menteri, para pendukungnya telah mendorongnya untuk mengklaim posisi kepresidenan.

"Orang-orang bersukacita (atas pengunduran diri Jeenbekov)," kata seorang pendukung, Zhanat Akmatova, kepada AFP.

Parlemen dijadwalkan bertemu pada Jumat (16/10) untuk membahas pengunduran diri Jeenbekov. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT