16 October 2020, 06:38 WIB

Inggris Keluarkan Dakwaan Terkait Kematian Emiliano Sala


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

OTORITAS Penerbangan Sipil Inggris (CAA), Kamis (15/10), mengaku telah mendakwa seorang pria terkait kematian pesepak bola Argentina Emiliano Sala dalam kecelakaan pesawat, tahun lalu.

"Otoritas Penerbangan Sipil Inggris telah menjatuhkan dakwaan kepada David Henderson atas pelanggaran terkait kecelakaan fatal pesawat di atas Selat Inggris pada Januari 2019," ungkap Direktur CAA Richard Stephenson dalam pernyataan yang dirilis di laman daring CAA.

"Kami tidak akan merilis pernyataan apa pun hingga kasus ini diselesaikan," lanjut Stephenson.

Baca juga: Mediapro Telat Bayar, Liga Prancis Ancam Putus Kontrak

Henderson, 66, hadir di pengadilan Cardiff pada 28 September dan dijadwalkan kembali untuk hadir di pengadilan pada 26 Oktober.

Ibunda Sala, Mercedes Taffarel, menyambut kabar itu namun, 'kecewa penyelidikan terkait kematian Emiliano masih tertunda,' ungkap kuasa hukum yang mewakili ibunda Sala itu, firma hukum Hickman and Rose.

"Ibunda Sala ingin mengetahui kebenaran dari apa yang terjadi dan mendesak CAA untuk menyelesaikan kasus ini secepat mungkin," ujar Daniel Machover dari Hickman and Rose.

Sala, 28, meninggal dunia ketika pesawat yang membawanya dan pilot David Ibbotson jatuh di Selat Inggris pada 21 Januari, beberapa hari setelah dia bergabung dengan Cardiff City dari Nantes.

Setelah menyelesaikan transfernya ke Cardiff, Sala kembali ke Prancis untuk mengambil barang-barannya dan mengucapkan salam perpisahan dengan rekan-rekan setimnya.

Sekembalinya ke ibu kota Wales itu tragedi tersebut terjadi.

Pencarian Sala sempat dihentikan. Namun, pengumpulan dana lewat crowfunding yang didukung bintang sepak bola seperti Lionel Messi dan Kylian Mbappe menyebabkan pencarian Sala bisa dilanjutkan.

Hasilnya, jenazah Sala ditemukan sementara jenazah Ibbotson tidak.

Dua bulan setelah jenazah Sala ditemukan, ayahnya, Horacio Sala, meninggal dunia karena serangan jantung di Argentina.

Penyelidik kecelakaan udara Inggris, Maret lalu, menyimpulkan bahwa Ibbotson tidak memiliki izin menerbangkan pesawat. Dia kehilangan kendali dan terbang terlalu cepat untuk menghindari cuaca buruk. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT