16 October 2020, 04:40 WIB

Lima BUMN Garap Proyek di Afrika


(Ins/E-3) | Ekonomi

Lima perusahaan BUMN bersama dengan The Sandi Group (TSG) Global Holdings akan menggarap sejumlah proyek infrastruktur di Republik Demokrat (RD) Kongo. Penandatanganan kontrak pengerjaan infrastruktur tersebut telah dilakukan dengan perwakilan pemerintah, Rabu (14/10).

Lima perusahaan BUMN tersebut ialah PT Industri Kereta Api atau INKA (persero), PT Barata Indonesia (persero), PT LEN (persero), PT Merpati Nusantara Airlines (persero), dan PT Dirgantara Indonesia (persero). Dari laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) disebutkan, total kesepakatan tersebut bernilai lebih dari US$11,8 miliar.

"Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Agustus 2020 lalu," ujar Direktur Utama INKA Budi Noviantoro, kemarin.

Perjanjian itu menyepakati pembangunan Kinshasa-Loop Line, yang menghubungkan Bandara Internasional Ndjili di Kinshasa, commuter line yang mengelilingi Kota Kinshasa, serta pengadaan bus elektrik beserta tempat pengisian daya dan proyek lainnya.

Budi mengatakan investasi fase pertama dari keseluruhan proyek tersebut akan bernilai US$2 miliar. Budi menyebut PT INKA akan mengerjakan loop line, commuter line, dan bus elektrik. PT LEN Industri akan menangani pembangunan jaringan kabel serat optik, PT Merpati Nusantara Airlines, dan PT Dirgantara Indonesia akan membangun Aero City, sementara PT Barata Indonesia akan membangun infrastruktur smart city dan fasilitas pelabuhan.

Pada Agustus 2020 lalu, PT INKA, PT LEN Industri, dan PT Barata Indonesia telah melakukan groundbreaking proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di RD Kongo.

Sementara itu, BUMN lainnya, PT Waskita Karya (persero) Tbk, mendapatkan tambahan nilai kontrak baru senilai Rp3,2 triliun hingga September. Director of Operation II Waskita Bambang Rianto menjelaskan sebagian besar proyek itu berasal dari pekerjaan infrastruktur pemerintah. (Ins/E-3)

BERITA TERKAIT