16 October 2020, 04:00 WIB

Polisi Minta Cabut KJP Pelajar Peserta Demo Anarki


Dmr/Ssr/J-2) | Megapolitan

POLDA Metro Jaya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut kartu Jakarta pintar (KJP) pelajar yang ikut aksi unjuk rasa anarkistis menolak UU Cipta Kerja.

Kepolisian mencatat sebanyak 80% dari 1.377 orang yang diamankan masih di bawah umur dengan rentang pendidikan SMP dan SMA. Bahkan, ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan meminta agar dipertimbangkan pencabutan KJP.

“Banyak pelajar yang kita amankan. Memprihatinkan, mereka ikut dalam kericuhan itu. Inilah yang nanti akan kami koordinasikan dengan Disdik DKI Jakarta,” kata Yusri, kemarin.

PMJ juga berharap para pelajar mendapatkan edukasi yang lebih dari sekolahnya. Intinya siswa tidak seharusnya ikut demonstrasi dan ikut dalam kericuhan tersebut. “Karena kalau kita lihat di lapangan, mereka seperti garang sekali.

Melempar petugas, merusak fasilitas umum, tidak ada takutnya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengingatkan kepala sekolah dan orangtua siswa memastikan peserta didik belajar di rumah sesuai jadwal. Tujuannya mencegah siswa ikut demonstrasi. (Dmr/Ssr/J-2)

BERITA TERKAIT