16 October 2020, 05:41 WIB

Mediapro Telat Bayar, Liga Prancis Ancam Putus Kontrak


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

OTORITAS Liga Prancis (LFP) mengancam akan memutus kontrak hak siar televisi dengan Mediapro setelah perusahaan asal Tiongkok itu gagal bayar pada awal bulan ini.

Dalam surel yang dikirimkan kepada klub sepak bola di dua divisi teratas Prancis, LFP mengatakan mereka telah memerintahkan Mediapro untuk memenuhi kewajuban mereka pada 1 dan 5 Oktober lalu.

Surel yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Eksekutif LFP Arnaud Roufer menambahkan karena Mediapro tidak memenuhi kewajiban mereka, LFP mempertimbangkan untuk memberikan hak siar televisi kepada operator lain.

Baca juga: Duh. Pendapatan Klub Eropa Tergerus Ratusan Triliun Akibat Covid-1

Mediapro sepakat membayar lebih dari 800 juta euro per tahun untuk hak siar domestik dua liga teratas sepak bola Prancis selama empat musim, mulai tahun ini.

Kesepakatan itu merupakan rekor bagi sepak bola Prancis. Namun, pembayaran pada awal bulan ini tidak terjadi sehingga klub-klub sepak bola di 'Negeri Mode' itu semakin terpuruk secara finansial seiring pandemi covid-19.

Pemasukan dari penonton di stadion nyaris kosong akibat kebijakan covid-19 yang diberlakukan pemerintah Prancis.

Menurut L'Equipe, Mediapro gagal membayarkan hak siar sebesar 172 juta euro.

Untuk membantu meringankan masalah keuangan klub, LFP telah mengambil pinjaman dan mesitribusikan uang pinjaman itu kepada klub.

LFP sebelumnya telah mengambil pinjaman sebesar 223,5 juta euro sebagai kompensasi uang hak siar televisi setelah memutuskan mengakhiri musim lalu lebih cepat dari seharusnya.

Mediapro, perusahaan asal Spanyol dengan pemilik asal Tiongkok, merilis kanal baru pada Agustus lalu untuk menayangkan laga Liga Prancis serta Liga Champions dan Liga Europa.

Namun, Eksekutif Kepala Mediapro Jaume Roures meminta agar kontrak dengan LFP ditinjau ulang dengan alasan masalah ekonomi akibat pandemi covid-19.

Keraguan mengenai kredibilitas Mediapro semakin meningkat. Perusahaan itu memiliki utang sebesar 727 juta euro pada akhir tahun lalu.

Pemilik Mediapor, Joye Media, nilai kreditnya diturunkan oleh Moody's sebagai berisiko tinggi, kategori B3.

Jika LFP tidak juga mendapatkan bayaran dari Mediapro, mereka kemungkinan akan mendekati rival perusahaan itu, Canal+ dan beIN Sports. Namun, kesepakatan baru hampir dipastikan nilainya lebih rendah dari yang ditawarkan Mediapro. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT