16 October 2020, 04:23 WIB

Loyalis, Lebih Dekat dengan Kehidupan


Siti Retno Wulandari | Hiburan

ADA proses pendewasaan yang nampak dari album ketujuh The Changcuters dengan tajuk Loyalis. Jika pada awal mula kemunculan lirik lagu The Changcuters lebih lekat dengan gaya muda mudi perkotaan, di album terbarunya ada pesan lebih dalam soal kehidupan.

Salah satunya nampak dari rangkaian diksi sederhana di lagu Hantu namun sarat dengan makna. Kelompok yang digawangi Tria pada vokal, Qibil dan Alda pada gitar, Dipa pada Bass dan Erick sebagai drummer, mencoba mengombinasi hal-hal apa saja yang memiliki relasi dengan kondisi saat ini. Dalam proses pengerjaan lirik pun mereka kerap berdiskusi, mulai dari kemunculan judul yang dilanjutkan dengan melakukan 'breakdown' untuk menjadi lirik.

"Ini perjalanan kita selama 16 tahun, menganalisa lingkungan dan perasaan. Ada fase pendewasaan. Secara garis besar Hantu itu mengambil tema dari proses kelahiran, masih mencari tempat yang tepat untuk tinggal, mencari jati diri. Ya seperti The Changcuters waktu pertama kali muncul nggak langsung diterima. Setiap manusia atau kelompok ketika baru lahir pasti pernah merasa asing," ujar salah satu gitaris, Alda, saat diwawancari Media Indonesia dalam program IG Live Nunggu Sunset, Rabu (14/10).

Baca juga: The Changcuters Rilis Album Anyar di HUT ke-16

Musik di lagu Hantu sendiri memang penuh hentakan, tak seperti pada lagu Cari Rasa yang sedikit lebih tenang. Gitaris lainnya, Qibil, mengakui jika seseorang mendengarkan lagu hantu pasti akan langsung memberikan perhatian.

"Kalau lagi tidur lalu diputar lagu Hantu pasti langsung kebangun," imbuh Qibil yang diamini oleh personel lainnya.

Meskipun sempat ada jeda empat tahun dari album sebelumnya, Binauralis, mereka mengaku tak sampai lupa untuk berkarya. Sang vokalis Tria mengaku jika pihaknya merupakan insan yang haus berkarya. Selama masih mampu berkarya, pasti tidak akan pernah lupa. Bahkan, The Changcuters sudah memiliki masterplan untuk satu tahun ke depan.

"Changcuters itu prioritas, bahkan keluarga bisa nomor dua. Kami sudah punya timeline untuk satu tahun ke depan, eh tapi tahun ini beda kondisinya. Kita harus ubah konsep," tutur Dipa.

"Ya sesuai protokol pandemi, kali ini kami akan buat masterplannya 50%, untuk enam bulan mendatang hehehe. Ini pelajaran dari pandemi," timpal Erick.

Resep Awet Muda

Tak hanya membahas soal album terbaru, The Changcuters pun berbagi tentang resep awet muda dan tetap kreatif di masa pandemi. Mulai dari Dipa yang mengingatkan untuk tetap bahagia dan tidak terlalu membawa serius saat menghadapi sesuatu, hingga keyakinan Tria tentang profesi pegawai band yang bikin semangat muda lebih tahan lama.

Ragam celetukan humor pun kerap mengalir selama obrolan berlangsung. Pun penjelasan ilmiah Qibil tentang alunan nada dan irama yang memacu hormon endorfin hingga bisa menghambat penuaan dini.

"Bergaul dengan anak-anak muda, dengan orang seni, jiwanya selalu fresh dan kreatif sehingga menularkan energi positif," ucap Alda.

"Jangan lupa bergaul dengan orang sholeh," cetus Erick yang disambut tawa rekan-rekannya.

Pandemi, Jangan Merasa Paling Tersakiti

Agar tetap kreatif di masa pandemi, Tria menyarankan untuk sering-sering berbagi (sharing). Ia mengamini jika kita sring lupa dan merasa paling tersakiti atas pandemi ini, padahal seluruh dunia mengalami hal yang sama.

"Jangan ada kata menyerah. Apa yang bisa dilakukan ya lakukan saja, jangan keburu mikir berhasil atau nggak, jalani saja," pesan Tria.

Alda pun menimpali untuk kerap memperbanyak wawasan, sehingga tidak mudah kaget atau reaktif jika mendapati suatu hal yang berbeda.(OL-5)

BERITA TERKAIT