16 October 2020, 01:16 WIB

Konsep 'Project Big Picture' Dinilai Buat Liga Inggris Menjemukan


mediaindonesia.com | Sepak Bola

KLUB-klub Liga Inggris menolak wacana 'Project Big Picture' yang diinisiasi oleh Liverpool dan Manchester United. Manajer Southampton, Ralph Hasenhuttl, menyebut konsep itu bakal membuat kompetisi menjemukan.

Jika terwujud, maka kisah Cinderella selaiknya yang dilakukan Leicester City kala menjadi juara Liga Premier Inggris 2015/16 tidak akan terjadi lagi.

Proposal 'Project Big Picture' mengiming-imingi keuntungan bagi 72 klub yang ada di tiga kasta liga di bawah Liga Premier. Namun, menurut Hasenhuettl, dampak jangka panjangnya akan mempengaruhi aspirasi klub-klub menantang jajaran elit.

"Itu pemikiran yang terlalu pendek, sebab mungkin Anda akan mendapatkan lebih banyak uang atau ada keuntungan langsung, tetapi sangat mungkin menyulap liga ini cuma punya satu tim juara dalam sembilan musim beruntun seperti di Jerman atau Italia," kata Hasenhuttl, Kamis (15/10) malam.

"Sejujurnya, bagi saya itu akan menjemukan. Yang menarik dari Liga Premier adalah kita punya juara berbeda dalam dua atau tiga tahun. Kisah Leicester tidak akan terjadi jika perubahan ini diterapkan," imbuhnya.

Baca juga: Klub Liga Primer Inggris Tolak Rencana Reformasi Radikal

Diketahui, wacana 'Project Big Picture' ditolak mentah-mentah oleh klub-klub Liga Premier dan Hasenhuettl mengaku senang dengan sikap itu.

"Saya sangat senang bahwa mereka melihat lebih baik mempertahankan cara yang sudah ajeg di Inggris ini," tuturnya.

"Alasan Liga Premier sangat digemari adalah karena ini liga paling kompetitif, kemenangan 7-2 Aston Villa atas Liverpool misalnya itu membuat liga ini jadi sangat menarik," pungkasnya.

Wacana 'Project Big Picture' meliputi perubahan besar dalam struktur liga dan keuangannya, termasuk mengurangi jumlah peserta jadi 18 klub dan hak suara spesial untuk klub-klub besar.(Ant/OL-5)

BERITA TERKAIT