16 October 2020, 00:28 WIB

Ada Ancaman La Nina, Bulog : Stok Beras Masih Besar


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog menyebut ketersediaan stok beras masih besar ditengah ancaman cuaca ekstrem akibat La Nina. Diketahui, BMKG memprediksi fenemona global tersebut terjadi pada akhir 2020 hingga awal 2021

"Stok yang dikuasai Bulog saat ini masih cukup besar. Sekitar 1,04 juta ton," ujar Kepala Bidang Informasi dan Humas Perum Bulog Tomi Wijaya kepada Media Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10).

Tomi menuturkan, pihaknya sudah tidak menyalurkan rutin secara bulanan. Jumlah tersebut dianggap masih sesuai target pemerintah dalam ketersediaan beras.

"Harapan pemerintah kan cadangan stok 1 sampai 1,5 juta ton. Artinya angka itu masih sesuai harapan," kata Tomi.

Sebelumnya, Kementerian Sosial, Perum Bulog dan Pihak Transporter berkomitmen untuk mempercepat penyaluran Bantuan Sosial Beras tahun ini.

Baca juga : Mentero Sosial: Bansos Cukup Tepat Sasaran

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Triyana menegaskan pihaknya memastikan kualitas dan kuantitas beras di pintu gudang Bulog di seluruh wilayah Indonesia baik. Penyaluran bansos itu aka diserahkan kepada jasa pengangkut/transporter yang ditunjuk oleh Kementerian Sosial RI. 

Triyana menerangkan, Bulog telah menyediakan beras sebanyak 450.000 ton untuk alokasi 3 tiga bulan penyaluran di seluruh wilayah Indonesia dan sampai dengan tanggal 13 Oktober 2020 telah terealisasi sebesar 288.178 ton atau 64% dari pagu 3 alokasi.

"Memperhatikan realisasi tersebut maka masih tersisa sebesar 161.822 ton untuk segera disalurkan, untuk itu perlu percepatan penyaluran Bansos Beras ini pada sisa hari di bulan Oktober ini," jelas Triyana dalam keterangan persnya kemarin.

Triyana menjelaskan, Bulog terus meningkatkan kerjasama dengan Kemensos, pihak transporter dan seluruh pihak yang terlibat untuk melakukan pengawasan program bansos. Program itu, sebutnya, ditujukan bagi masyarakat yang berpendapatan rendah yang terdampak Pandemi Covid-19. (OL-7)

BERITA TERKAIT