16 October 2020, 01:35 WIB

Tegakkan Protokol Kesehatan hingga Klaster Keluarga


MI | Humaniora

MOMENTUM peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia pada 15 Oktober bisa dimanfaatkan untuk gerakan menegakkan disiplin protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 di masyarakat hingga lingkungan keluarga.

“Mencuci tangan yang merupakan bagian dari protokol kesehatan bisa didorong menjadi kebiasaan dalam keseharian masyarakat lewat pemanfaatan momentum sejumlah kegiatan,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, kemarin.

Upaya sosialisasi secara terusmenerus dirasakan juga penting. Pasalnya, di sejumlah kota mulai terdeteksi ada peningkatan penyebaran covid-19 klaster keluarga. Di Kota Bogor, Jawa Barat, menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya, klaster penyebaran covid-19 terbanyak ialah klaster keluarga. 

Menurut Bima, di wilayahnya saat ini tercatat 277 keluarga yang terpapar covid-19. Pernyataan Bima itu disiarkan kanal Youtube Kementerian Kesehatan, kemarin, dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia.

Selain itu, tren peningkatan klaster keluarga di Kota Tangerang dan Bekasi, juga sudah terlihat sejak pertengahan September lalu. Menurut legislator Partai NasDem ini, seharusnya lingkungan keluarga ialah tempat penguatan disiplin menjalankan protokol kesehatan hingga menjadi kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan melihat kenyataan tersebut, Rerie mengajak para pemangku kepentingan dalam pengendalian penyebaran covid-19 di setiap daerah segera melakukan upaya edukasi yang masif hingga lingkungan keluarga.

Disiplin penerapan protokol kesehatan kini juga digalakkan di lingkungan pondok pesantren. Menurut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Waryono Abdul Ghofur, disiplin penerapan cuci tangan pakai sabun di lingkungan pondok pesantren lumayan tinggi.

“Tradisi mencuci tangan sebenarnya kelanjutan dari budaya dan ajaran Islam, yaitu berwudu dan mandi. Bila kita salat, berwudu maka tangan akan selalu bersih. Bila salat wajib ditambah dengan dengan salat sunah, akan tambah bersih,” ujar Wayono kemarin.

Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya cuci tangan pakai sabun. (Wan/H-1)
 

BERITA TERKAIT