16 October 2020, 01:15 WIB

Guru Penggerak akan Dorong Merdeka Belajar


Syarief Oebadillah | Humaniora

GURU Penggerak diharapkan bisa mengambil peran dalam menuju transformasi pendidikan Indonesia untuk pembelajaran yang berpihak kepada murid dan pembelajaran yang merdeka.

Harapan itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim saat meresmikan program Guru Penggerak secara virtual di Jakarta, kemarin. “Cita kita hanya satu, pembelajaran yang berpihak kepada murid, pembelajaran yang memerdekakan pemikiran dari potensi para murid,” tegas Nadiem.

Pada kesempatan itu Nadiem jugamengingatkan bahwa keberadaan program Guru Penggerak bukan akhir, tetapi sebagai awal dari proses pendidikan. “Kita masih harus terus belajar. Belajar bagaimana bergerak menuju perubahan pendidikan yang kita inginkan,” tukasnya.

Nadiem menilai para guru penggerak yang telah terpilih dalam program itu sudah teruji memiliki motivasi yangtinggi. Itu bisa diketahui dari proses seleksi yang tidak mudah. Di kesempatan sama, Sesditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Nunuk Suryani mengutarakan pihaknya telah menjaring 19.218 guru yang mendaftar pada program Guru Penggerak. Telah terpilih 2.800 guru yang lolos dalam program angkatan pertama tahun ini.

Kendati telah melalui seleksi ketat, Nunuk menjelaskan para guru yang terpilih belum dapat langsung terjun merealisasikan program guru penggerak karena harus mengikuti pendidikan terlebih dahulu selama sembilan bulan.

“Mereka akan mengikuti beragam lokakarya dan pendampingan serta pelatihan pendidikan daring,” ujarnya.

Para guru penggerak tersebut terbagi dalam dua kelompok, kelompok pertama diikuti 2.460 guru. Untuk kelompok kedua sebanyak 340 guru akan mendapat pendidikan mulai April 2021 dengan masa pendidikan sama sembilan bulan.


Kejar asa

Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar.

“Kami mengajak para peserta pendidikan guru penggerak agar bermimpi untuk sebuah cita-cita dan harapan, karena saat ini mimpi bangsa Indonesia ialah Indonesia Emas, yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, yakni sumber daya manusianya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril.

Iwan mengajak para guru untuk memberanikan diri bermimpi setinggi-tingginya lalu berupaya mencapainya. Untuk meraih mimpi tersebut, lanjut Iwan, ada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu kerja keras dan inovasi.

“Kita harus kerja keras, kerja cepat, kerja produktif. Jangan berorientasi pada proses, tetapi harus berorientasi pada hasil yang nyata,” ujarnya. 

Iwan mengingatkan para guru yang terpilih sebagai guru penggerak untuk selalu mengingat mengapa motivasi awal saat seleksi karena perjalanan selama sembilan bulan tidak sebentar, semangat yang naik-turun pasti terjadi. (H-1)
 

BERITA TERKAIT