16 October 2020, 00:50 WIB

Polisi Malaysia Panggil Anwar Ibrahim


MI | Internasional

POLISI Malaysia, kemarin, telah memanggil pemimpin oposisi Anwar Ibrahim untuk membantu penyelidikan terhadap daftar anggota  parlemen federal yang diduga mendukung upaya Anwar untuk menjadi perdana menteri.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Huzir Mohamed mengatakan Anwar telah diminta untuk memberikan pernyataan pekan ini. Dia dipanggil atas keluhan yang diajukan ke polisi tentang daftar 121 anggota parlemen yang dikatakan mendukung tawarannya dan telah menjadi viral di media sosial.

“Hingga saat ini, total 113 laporan polisi telah diterima,” kata Huzir tentang pengaduan tersebut.

Polisi tidak merinci keluhan apa pun, tetapi Huzir mengatakan penyelidikan dipandu ketentuan di bawah hukum pidana dan undangundang multimedia terpisah. Itu mencakup pernyataan yang dapat menyebabkan kerusakan atau pelecehan publik. Hukuman untuk pelanggaran tersebut termasuk hukuman penjara hingga dua tahun dan denda.

Sebelumnya, Anwar sudah bertemu dengan Sultan Abdullah dalam upaya membuktikan klaim bahwa ia memiliki dukungan mayoritas
parlemen yang meyakinkan untuk menggantikan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dan membentuk pemerintahan.

Pada konferensi pers setelah pertemuannya dengan raja, Anwar mengatakan memiliki lebih dari 120 nama anggota parlemen yang
mendukung pencalonannya. Namun, istana kemudian mengatakan dia hanya memberikan jumlah anggota parlemen yang menurutnya
mendukung pencalonannya dan bukan identitas mereka.

Klaim Anwar untuk jabatan perdana menteri telah memicu perselisihan politik baru di Malaysia, yang bergulat dengan lonjakan kasus virus korona baru-baru ini dan resesi terburuknya sejak krisis keuangan global.

Jika Anwar berhasil mengamankan pos perdana menteri, itu berarti akan menjadi puncak dari pencarian selama 22 tahun, termasuk hampir 10 tahun penjara atas tuduhan sodomi yang dia bantah. Itu juga berarti Malaysia akan memiliki perdana menteri ketiganya di tahun ini. (AFP/Van/X-11)

BERITA TERKAIT