16 October 2020, 00:10 WIB

Otoritas Paris Berlakukan Jam Malam


Nur Aivanni | Internasional

PRANCIS, kemarin, menjadi negara Eropa terbaru yang memperkuat langkahlangkah untuk menghentikan penyebaran virus korona, sedangkan negara-negara Eropa lainnya juga telah meningkatkan pembatasan mereka akibat pandemi.

Di Paris dan delapan kota lainnya akan diberlakukan jam malam mulai Sabtu (17/10). Jam malam berlaku mulai pukul 21.00 dan 06.00 waktu setempat yang akan berlangsung selama enam minggu. Siapa pun yang melanggar jam malam akan didenda 135 euro (Rp2,3 juta).

Tidak akan ada batasan pada transportasi umum dan masyarakat masih dapat melaku kan perjalanan antardaerah tanpa batasan.
Sementara itu, pertemuan keluarga dibatasi tidak lebih dari enam orang. 

“Kami perlu menghentikan penyebaran virus,” kata Presiden Emmanuel Macron.

Macron mengatakan tujuan kebijakan tersebut ialah untuk mengurangi angka saat ini dari 20 ribu kasus baru per hari menjadi sekitar 3.000 dan untuk secara tajam mengurangi beban unit perawatan intensif di rumah sakit.

Kota-kota besar di Prancis lainnya, seperti Lyon, Marseille, dan Toulouse juga akan memberlakukan jam malam, dengan sekitar 20 juta orang akan terpengaruh secara keseluruhan. Prancis, seperti negara-negara Eropa lainnya, bergulat dengan cara memperlambat penyebaran virus dan mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan yang berada dalam tekanan sambil mempertahankan ekonomi secara terbuka dan melindungi pekerjaan.

Pada Rabu (14/10), dilaporkan 22.591 kasus virus corona baru, ketiga kalinya dalam enam hari hitungan harian telah melampaui ambang batas 20 ribu. Virus itu telah merenggut lebih dari 32 ribu nyawa di Prancis.

Keadaan darurat sempat dicabut di daratan Prancis pada Juli, setelah jumlah kasus covid-19 mereda. Namun, sejak itu kasus kembali melonjak. Sementara itu, di Spanyol, bar dan restoran akan tutup di wilayah timur laut Catalonia selama 15 hari ke depan ketika negara tersebut menangani salah satu tingkat infeksi tertinggi di Uni Eropa, dengan hampir 900 ribu kasus dan lebih dari 33 ribu kematian.

Tindakan juga mulai berlaku di Belanda, termasuk pembatasan penjualan alkohol, sedangkan Irlandia Utara mengumumkan penutupan pub dan restoran selama empat minggu.


Kasus di Jerman

Jerman membukukan rekor peningkatan harian dalam kasus virus korona yang dikonfirmasi, menambahkan 6.638 kasus dan menjadikan total sejak dimulainya pandemi menjadi 341.223. Angka itu berdasarkan data dari Robert Koch Institute (RKI) untuk penyakit menular.

Kanselir Angela Merkel sudah mengumumkan langkahlangkah yang lebih ketat terkait dengan pertemuan dan penggunaan masker. “Saya yakin apa yang dilakukan sekarang akan menentukan bagaimana Jerman melewati pandemi ini,” katanya.

“Kami harus meminta, khususnya kepada anak-anak muda, agar tidak berpesta dulu saat ini demi mendapatkan kehidupan yang baik di masa mendatang,” tambahnya.

Jika langkah baru itu masih juga gagal dalam mencegah peningkatan kasus infeksi, Jerman akan mengambil langkah lebih lanjut yang sebisa mungkin menghindari penutupan wilayah secara total untuk menghindarkan dampak ekonomi. (AFP/Ant/Van/X-11)

BERITA TERKAIT