15 October 2020, 21:37 WIB

Jumlah Kesembuhan Korona Lebih Banyak dari Kasus Positif


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PEMERINTAH Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, Kamis (15/10), terjadi penambahan kasus positif covid-19 mencapai 4.411 orang, sehingga totalnya menjadi 349.160 kasus.

Kemudian pasien sembuh bertambah 5.810 orang, sehingga total menjadi 273.661. Jumlah penambahan pasien sembul lebih banyak dibandingkan jumlah penambahan kasus positif.

Sedangkan jumlah kasus meninggal bertambah sebanyak 112 orang, sehingga total menjadi 12.268 orang.

Akumulasi data tersebut berasal dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 42.208 spesimen, sehingga total spesimen yang telah diperiksa sebanyak 3.935.112 spesimen.

Adapun uji pemeriksaan spesimen dilaksanakan di 376 laboraturium dengan rincian 265 laboraturium menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), 76 laboratorium menggunakan metode Test Cepat Melokuler (TCM), dan 35 laboraturium menggunakan metode RT-PCR dan TCM.

Berdasarkan data yang dihimpun, DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus positif terbanyak yakni mencapai 1.071 kasus, disusul dengan Jawa Barat sebanyak 590 kasus, Jawa Tengah 472 kasus, Sumatera Barat 363 kasus, dan Jawa Timur 267 kasus. Sedangkan provinsi yang tidak mencatatkan penambahan kasus covid-19 pada hari ini yaitu Kalimantan Utara.

Kemudian penambahan jumlah kasus sembuh terbanyak dicatatkan oleh Sumatera Barat sebanyak 2.223 kasus sembuh, disusul DKI Jakarta 1.050 kasus sembuh, Jawa Timur 312 kasus sembuh, Jawa Barat 304 kasus sembuh, dan Banten 250 kasus sembuh.

Sementara itu, penambahan jumlah kasus meninggal terbanyak dicatatkan oleh Jawa Tengah sebanyak 28 kasus, disusul DKI Jakarta 20 kasus, Jawa Timur 12 kasus, Kalimantan Timur dan Jawa Barat 7 kasus, serta Sumatera Barat dan Sumatera Utara 4 kasus.

Sebelumnya Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat yang saat ini tidak berada dalam zona merah atau risiko tinggi untuk tetap waspada, karena penularan covid-19 bisa terjadi di mana saja, terutama bagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Jangan berpuas diri karena daerahnya tidak berada di zona merah. Zona oranye tetap berbahaya dan berisiko untuk terjadi penularan. Apabila terus dibiarkan tanpa penanganan yang signifikan, maka wilayah ini berpotensi untuk menjadi zona merah," ujarnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT