15 October 2020, 21:25 WIB

Wapres Dorong Masyarakat Menjadi Pendonor Kornea Mata


Indriyani Astuti | Humaniora

SEBANYAK 3% dari total penduduk Indonesia mengalami kebutaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,5% disebabkan kerusakan kornea yang sebetulnya dapat disembuhkan lewat donor kornea.

Sayangnya, kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin, donor kornea mata di Indonesia masih minim. Hal itu diungkapkannya ketika membuka acara Cornea Donation Center Rumah Sakit Mata Undaan (CDC RSMU) Surabaya, melalui video virtual, di Jakarta, Kamis (15/10).

Ia menjelaskan bahwa rendahnya donor kornea mata di Indonesia karena masyarakat masih kurang tersosialisasi. Donor kornea mata, ujar Wapres, masih dianggap baru, tidak seperti halnya donor darah.

Oleh karena itu, melalui hadirnya rumah sakit khusus untuk donor kornea mata, ia berharap sosialisasi untuk menolong orang yang kehilangan pengelihatannya melalui donor kornea.

"Saya mengharapkan dengan adanya CDC RSMU dapat semakin membuka mata hati calon pendonor kornea dan memenuhi kebutuhan donor kornea," ucap Wapres.

Wapres menyampaikan kondisi global tidak jauh berbeda, satu kornea mata diperebutkan 70 orang calon penerima donor. Dengan semakin banyak orang yang tergerak mejadi pendonor kornea, akan semakin banyak terjadi estafet penerima kebaikan karena tertolong dari kebutaan.

Ia juga mengharapkan CDC RSMU yang merupakan satu-satunya rumah sakit warisan kolonial Belanda di Surabaya, Jawa Timur, terus berkembang menjadi pionir dalam layanan operasi dengan teknologi mutakhir.

"CDC RSMU perlu terus mengembangkan diri dengan melengkapi sarana prasarana, meningkatkan kualitas dan keahlian para dokternya serta yang utama adalah meningkatkan pelayanan kepada pasien secara paripurna," tukas Wapres.

Kornea adalah lapisan pelindung terluar mata. Fungsinya adalah mencegah kotoran dan benda asing serta menyaring sinar UV yang masuk ke mata. Kornea adalah bagian mata yang penting karena menentukan seberapa baik tingkat fokus mata terhadap suatu objek.

Rusaknya kornea terjadi karena infeksi, kelainan degenerasi, bertambahnya umur, kelainan bawaan, jaringan yang menipis dengan sendirinya, autoimun, bahkan bekas operasi katarak. (H-2)

BERITA TERKAIT