15 October 2020, 19:26 WIB

Jumhur Hidayat Ditangkap Karena Sebar Hasutan untuk Anarkistis


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

DIREKTORAT Tindak Pidana Cyber Crime Bareskrim Polri ungkap alasan melakukan penangkapan terhadap salah satu petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono menuturkan, Jumhur Hidayat ditangkap lantaran memiliki pola menghasut yang mengakibatkan terjadinya gerakan anarkistis dan vandalisme saat demonstrasi tolak Omnibus Law Cipta Kerja.

"Tersangka JH di akun twitternya nulis salah satunya menuliskan UU memang untuk primitif, investor dari Tiongkok, dan pengusaha rakus," papar Argo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10).

Argo mengatakan, barang bukti yang diamankan dari Jumhur, yakni satu buah telepon seluler, fotokopi ktp, dan akun twitter.

Baca juga Aktivis KAMI Jadi Tersangka Penyebaran Hoaks

"Ada juga hardisk, ipad, kemudian spanduk, kaos hitam, kemeja, ada rompi dan topi. Yang bersangkutan modusnya mengunggah konten ujaran kebencian. Kemydian JH menyebarkan motifnya menyebarkan buatan berita bohong dan ujaran kebencian berdasarkan SARA," ucapnya.

Atas perbuatannya, Jumhur akan dikenakan Pasal 28 ayat 2, 45a ayat 2 uu ITE Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15 UU 1 tahun 1946.

"Tersangka JH terancam hukuman 10 tahun penjara," ungkapnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT