15 October 2020, 19:05 WIB

581 Kendaraan Odol di Jawa Barat Terjaring Razia


Cikwan Suwandi | Nusantara

DIREKTORAT Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengungkapkan sebanyak 581 kendaraan over dimention over dimention dan over loading (Odol) di Jawa Barat terjaring razia selama 2020.

"Sebanyak 50 diantaranya sudah dilakukan normalisasi kebentuk awal, ada 56 kendaraan akan menyusul," ungkap Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Imran Rasyid, dalam acara seremoni Kegiatan Normalisasi Angkutan Barang Over Dimention Over Loading (Odol) milik PT Kemasan Cipta Utama di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Kamis (15/10).

Imran menjelaskan pemerintah menargetkan di Tahun 2023, Indonesia zero Odol. Namun, untuk menuju itu, harus dilakukan penanganan secara bertahap.

"(Razia Odol) itu dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan itu sendiri, juga untuk memelihara jalan agar tidak cepat rusak," kata Imran.

Imran menceritakan beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan mobil milik PT Kemasan Cipta Utama (KCU) yang sudah dimodifikasi. Badan mobil tersebut lebih panjang ke belakang, sehingga dianggap over demention.

Namun, atas kesadaran sendri PT KCU bersedia "memotong" badan mobil miliknya. "Semuanya berjumlah 56 unit mobil yang dinormalisasi. Atas kesadaraanya itu, Direktur PT KCU kami beri penghargaan," katanya.

Imran menyebutkan juga, kendaraan milik PT KCU hanya melanggar aturan over dimention. Kendaraan mereka tidak over loading karena muatannya hanya styrofoam. "Bobot muatannya ringan, tapi volumenya besar," kata Imran.

Direktur PT KCU, Thomas Sigit menyebutkan, pihaknya memang memiliki puluhan armada yang dianggap "over dimention", namun dipastikan tidak akan "over loading". Karena muatan mobil tersebut hanya barang ringan.

"Bukannya kami serakah, tapi juga harus memikirkan para pengguna styrofoam yang kebanyakan para pedagang kecil. Kan tidak lucu jika ongkos angkut barang lebih mahal dari harga produk yang diangkutnya," kata Thomas. (OL-13)

Baca Juga: Polri Ungkap Alasan Penangkapan Anggota KAMI Medan

 

BERITA TERKAIT