15 October 2020, 15:50 WIB

Dorong UMKM sebagai Economic Booster di Masa Pandemi


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI covid-19 membuat Indonesia terancam mengalami resesi tahun ini. Meski begitu ini sebenarnya bukan kali pertama Indonesia mengalami hal tersebut. Pada 1998 silam, Indonesia juga  sempat  mengalami  krisis  ekonomi  cukup dahsyat.

Saat  itu  hampir  semua  sektor  industri  kritis. Mulai dari sektor perbankan, otomotif, properti hingga manufaktur gugur satu per  satu dan  berakibat pada gelombang PHK besar-besaran. Namun ada satu sektor yang mampu bertahan bahkan cenderung berkembang, yakni UKM  atau  UMKM.

Baca juga: UMKM Punya Peran Atasi Potensi Krisis di Tengah Pandemi

Usaha Mikro Kecil Menengah memang bukan satu-satunya industri yang mampu beradaptasi dengan kondisi  saat itu. Namun pergerakan kebangkitan ekonomi nasional dari akar rumput terbukti  berhasil  menata  kembali  pertumbuhan ekonomi mulai dari skala mikro hingga makro.

Itu sebabnya, pemerintah terus  menggenjot  masyarakat  untuk  berani  berusaha, membuka peluang usaha yang bisa dimulai dari hal yang kecil dan di lingkungan sekitar. Upaya  ini  senantiasa  didorong  karena  UMKM  terbukti  mampu  tampil  sebagai penyelamat terdepan dari krisis. 

Berangkat dari situ  PT  Sukses  Mulya  Pratama  (SMP) bersama strategic  partners Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI), EKOMANDO Production dan Invex menggelar 'Indonesia Digital Trade Show' in Conjunction With 'Indonesia Local  Brands  Expo  2020' dengan  tema 'Connect  Your  Business  With Digital Solution'.  Ajang ini adalah event virtual expo interactive 3D pertama di Indonesia yang diisi dari  berbagai  macam  industri  dan  pameran  hasil  karya  anak  bangsa  secara virtual.

“Acara  ini  diharapkan  dapat  mendukung  Gerakan  bangga  buatan Indonesia  dan menjadikan  momentum  kebangkitan  para  pengusaha  lokal  dan  UMKM  seluruh Indonesia  dalam  masa  pandemi  covid-19,” ujar owner dari EKOMANDO Production, Eko Hendro  Purnomo  S.Sos dalam siaran persnya, Kamis (15/19).

Ia pun berharap ajang itu bisa menjadi sebuah wadah bagi  para  UMKM  untuk  bangkit  kembali  dan berkonstribusi membantu menggerakan roda perekonomian Indonesia.

"Saya  yakin jika kita  bergandengan tangan  baik  pemerintah  maupun  swasta kita bisa segera bangkit. Harapan  kami  dengan adanya pameran virtual ini para pengusaha lokal dan pelaku UMKM bangkit   dan   memiliki   semangat   untuk maju serta membantu dalam pemulihan ekonomi nasional," tambah CFE selaku Ketua Umum ASENSI (Asosiasi Lisensi Indonesia), Susanty Widjaya.

Untuk  pengunjung  virtual  expo  ini,  S.R  Nopit  Cahyani,  Direktur  PT  Sukses  Mulya Pratama  mengatakan  pihaknya  menargetkan  sekitar  200 ribu serta melibatkan 375 pengusaha lokal dan UMKM di seluruh Indonesia. Sementara untuk target transaksi, Nopit menyebut angka Rp25 miliar dari total keseluruhan transaksi sepanjang pameran.

“Kita menargetkan angka realistis dari even ini karena tentu ada taste yang berbeda jika dibandingkan dengan pameran offline.  Namun  kami  tetap  optimis  virtual  expo ini  bisa  berjalan  dengan  sukses,” ujarnya yang mengaku didukung Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasidan UKM RI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT