15 October 2020, 18:36 WIB

OJK: BIK 2020 Catatkan Pembukuan Rekening Baru Sebesar 643.057


Despian Nurhidayat | Ekonomi

DALAM acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020, tepatnya per tanggal 12 Oktober 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil mencatatkan pendaftaran rekening baru sebesar 643.057 rekening. Pembukuan rekening baru ini terdiri dari perbankan sebesar 491.974, lembaga pembiayaan 4.135, pasar modal 114.750, asuransi 9.907, dan fintech 16.097.

Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara mengatakan bahwa ini menggambarkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan meningkat.

"Sesuai tujuan BIK 2020, ini juga mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk atau layanan jasa keuangan," ungkapnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (15/10).

Lebih lanjut, Tirta menambahkan bahwa BIK 2020 juga bertujuan untuk mendoronh pemulihan ekonomi dan kinerja sektor keuangan. Selain itu, BIK juga bertujuan untuk ini mendukung pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional atau PEN yang sudah diinisiasi oleh pemerintah meminimalisir dampak pandemi covid-19.

"Jadi dalam acara BIK ini kami melakukan berbagai macam hal seperti penyaluran pembiayaan kredit mikro kecil, pembukaan rekening baru dan sebagainya ini supaya kegiatan ekonkmi bisa berjalan lagi," kata Tirta.

Tirta menegaskan bahwa BIK 2020 juga bertujuan untuk membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat. Dalam hal ini, pembangunan infrastruktur yang sudah dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia ini dikatakan harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Jangan hanya orang perkotaan atau orang sekolahan yang menikmati, tapi seluruh lapisan masyarakat. Sehingga mereka juga kita dorong buka rekening, diberikan literasi keuangan, dan sebagainya sehingga bantuan ekonomi bisa dinikmati seluruh masyarakat dengan membuka akses keuangan kepada mereka," ujarnya.

Dalam BIK 2020 juga ikut mengampanyekan budaya menabung. Bahwa dalam masa pandemi covid-19 ini telah menyadarkan masyarakat perlunya memiliki bahwa dana cadangan dan juga tabungan.

"Ketika penghasilan kita terjadi interupsi atau hambatan, kita masih bisa menyambung hidup. Sehingga ini menyadarkan kita bahwa semua orang punya tabungan yang bisa digunakan pada saat-saat sangat diperlukan," pungkas Tirta. (Des/OL-09)

BERITA TERKAIT