15 October 2020, 16:38 WIB

Mendikbud Minta Guru Penggerak dalam Program Merdeka Belajar


 Syarief Oebaidillah | Humaniora

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud ) Nadiem Anwar Makarim meresmikan program Guru Penggerak yang diharapkan terjadi keberpihakan pada murid dalam program Merdeka Belajar.

"Cita kita hanya satu, pembelajaran yang berpihak kepada murid, pembelajaran yang memerdekakan pemikiran dari potensi para murid," tegas Nadiem pada Pembukaan Pendidikan Guru Penggerak secara virtual di Jakarta, Kamis (15/10).

Nadiem juga memberi apresiasi dan ucapan selamat kepada guru penggerak tersebut. Ia berharap para guru penggerak mengambil peran menuju transformasi pendidikan Indonesia untuk pembelajaran yang berpihak kepada murid dan pembelajaran yang merdeka.

Dia mengingatkan hal ini bukan akhir namun sebagai awal. "Kita masih harus terus belajar. Belajar bagaimana bergerak menuju perubahan pendidikan yang kita inginkan, " tukasnya.

Nadiem menilai para guru penggerak yang telah terpilih dan sudah teruji memiliki motivasi yang tinggi. Kemdati begitu, ia memahami para guru penggerak melalui proses yang tidak mudah.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Direktorat (Sesditjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Nunuk Suryani mengutarakan pihaknya telah menjaring 19.218 guru yang mendaftar pada program guru penggerak. Telah terpilih 2.800 guru yang lolos dalam program angkatan pertama ini.

Nunuk menjelaskan mereka belum dapat. langsung terjun merealisasikan program guru penggerak karena harusmelalui pendidikan terlebih dahulu. Mereka terbagi dalam dua kelompok, kelompok pertama diikuti 2.460 guru.

Nunuk menjelaskan pendidikan digelar sembilan bula mencakup lokakarya dan pendampingan serta pelatihan pendidikan daring.

Untuk kelompok kedua sebanyak 340 guru akan mendapat pendidikan mulai April 2021 dengan masa pendidikan sama sembilan bulan. (Bay/OL-09)

BERITA TERKAIT