15 October 2020, 15:15 WIB

Kritik Pedas Tingkatkan Disiplin Calon Kepala Daerah


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PELANGGARAN protokol kesehatan pencegahan covid-19 selama 10 hari kedua tahapan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 menurun. Penyebabnya akibat perhatian yang tinggi dari media massa serta kritik masyarakat terhadap pasangan calon yang mengabaikan protokol.

"Kesadaran para calon dan timnya terkait kepatuhan pada protokol kesehatan mulai menunjukkan perbaikan. Termasuk pula koordinasi dalam penegakan hukum antarpihak yang berwenang juga mulai menguat," kata Ketua Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Media Indonesia, Kamis (15/10).

Titi mengatakan suara kritis publik dan pengawasan intensif media massa terhadap kepatuhan calon terhadap penerapan protokol kesehatan membuat para calon dipaksa berbenah diri. Itu sebabnya perilaku calon terkait disiplin pada protokol kesehatan terus membaik yang terlihat dari minimnya kabar pelanggaran.

Menurut dia, kondusivitas tersebut menyimpan persoalan baru yakni penjangkauan terhadap pemilih oleh para calon masih sangat terbatas. Termasuk juga belum terjadi interaksi dan diskursus program yang cukup kuat antara calon dan pemilih.

"Kampanye belum secara substansial membahas gagasan dan visi misi calon terkait dengan arah pembangunan daerah maupun strategi penanganan covid-19. Itu yang akan ditawarkan oleh para calon untuk mengatasi situasi krisis akibat pandemi yang sekarang sedang kita hadapi," paparnya.

Titi pun mengingatkan pengawas dan penegak hukum tidak boleh lengah di tengah kondusivitas masa kampanye. Karena biasanya semakin mendekati masa tenang dan hari pemungutan suara, kompetisi akan semakin sengit dan cenderung panas.

"Biasanya potensi pelanggaran akan meningkat. Oleh karena itu strategi pengawasan harus diefektifkan dan mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam melakukan pengawas terhadap calon dan timnya untuk patuh pada aturan main dan protokol kesehatan yang ada," pungkasnya. (P-2).

BERITA TERKAIT