15 October 2020, 14:58 WIB

Ini Dua Jawara Kusala Sastra Khatulistiwa 2020


Fathurrozak | Weekend

Buku puisi Empedu Tanah dan Novel Burung Kayu menjadi pemenang dalam Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) tahun ini.

Empedu Tanah berhasil menyisihkan empat kandidat lain dalam kategori puisi. Antologi (kumpulan) puisi karya Inggit Putria Marga ini mengalahkan Antarkota Antarpuisi, Setelah Gelanggang Itu, Mama Penganyam Noken, dan Rusunothing.

Empedu Tanah diterbitkan oleh Lampung Literature, dan butuh delapan tahun bagi Inggit untuk merampungkan kumpulan puisi tersebut. Tahun lalu, untuk kategori puisi pemenang KSK juga dimenangkan oleh penyair perempuan Irma Agryanti lewat antologi Anjing Gunung.

Sementara itu, dalam kategori prosa, novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang berhasil menjadi pemenang. Menyisihkan empat kandidat novel lainnya, Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang, Orang-orang Oetimu, Rab(b)i, dan Surat-surat Lenin Endrou.

Menurut Ketua Dewan Penjurian Martin Suryajawa, dalam menjalankan penjurian, pihaknya berpegang pada tiga kriteria pokok.

"Pertama, kebaruan yang ditawarkan karya kepada sastra Indonesia. Kedua, kepengrajinan dalam menghadirkan bangunan karya dengan memberdayakan kecakapan bahasa Indonesia. Dan yang ketiga, dalam wujud seperti apakah karya tersebut mengambil sikap kepada situasi kita hari-hari ini,” kata Martin Suryajaya, dalam video yang diunggah melalui akun Twitter Pendiri KSK Richard Oh, Kamis, (15/10).

Tahun ini, malam penghargaan KSK ditiadakan karena masih dalam masa krisis pandemi. Sebab itu, pemenang KSK ke-20 diputuskan Richard Oh diumumkan melalui kanal sosial media.

“Semua yang selama ini menanyakan bagaimana berpartisipasi dalam Kusala Sastra Khatulistiwa, saya ingin sampaikan tidak ada kriteria selain buku yang dinilai adalah buku-buku yang diterbitkan. Dan para juri yang akan putuskan pilihan mereka dari semua buku yang terbit,” kata Richard dalam video tersebut. (M-2) 

BERITA TERKAIT