15 October 2020, 14:45 WIB

Ajukan Dana PEN Rp2,9 T, Disetujui Rp1,38 T Sulsel tetap Happy


Lina Herlina | Nusantara

PERMOHONAN pinjaman Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akhirnya dikabulkan. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah pun telah melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman daerah tersebut.

Penandatanganan ini dilakukan secara sirkuler menindaklanjuti usulan pinjaman dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemprov Sulsel, yang awalmya diajukan sebesar Rp2,9 triliun, tapi yang disetujui hany Rp1,38 triliun.

Bagi Nurdin Abdullah dukungan pemerintah pusat untuk Sulsel itu merupakan upaya yang tidak hentinya, untuk melakukan percepatan pemulihan pascapandemi Covid-19, baik dari sisi pelayanan kesehatan, kehidupan sosial dan pemulihan ekonomi.

"Support dan amanah dalam bentuk sinergitas pusat dan daerah untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional khususnya di Sulsel ini,  insyaallah akan kami maksimalkan untuk optimalisasi penyelenggaraan program pemulihan ekonomi nasional," kata Nurdin.

Nurdin menambahkan alokasi PEN dari pemerintah pusat ini menjadi solusi untuk mengakomodir banyak sektor tentunya. Dengan nilai Rp1,388 triliun iti, ia menjelaskan, akan digunakan untuk tujuh kelompok infrastruktur.

"Mulai dari irigasi, pengembangan pengelolaan konservasi sungai, danau dan sumber daya air, reservasi jalan provinsi, pembangunan jalan dan jembatan provinsi, instalasi irigasi, dokumen perencanaan pembangunan gedung rumah sakit, DED Amdal-lalin untuk rehabilitasi Stadion Mattoanging," ungkap Nurdin

Sementara itu, Pelksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Junaedi mengatakan, dana pemulihan ekonomi tersebut untuk dua tahun penganggaran.

"Masuk di APBD Perubahan 2020, dan  masuk di APBD Pokok Tahun 2021. Itukkan untuk pemulihan sebenarnya, cuma besarannya yang tidak tau persisnya," kata Junaedi.

Menurutnya, selain untuk infrastruktur, anggaran tersebut, juga akan diarahkan ke sektor pertanian. Apalagi pertanian disebutkan masih menjadi sektor primadona di Sulsel yang diharapkan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Sulsel.

"Artinya termasuk juga untuk bagaimana di sektor kesehatan, pendidikan. Intinya diarahkan bagaimana pemulihan ekonomi di segala lini untuk memasuki fase kehidupan new normal," urai Junaedi

Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah menempatkan dana PEN untuk sektor perbankan di Sulsel melaluai Bank Sulselbar senilai Rp1 triliun. (OL-13)

Baca Juga: Implementasi Lambat, Pemerintah Alihkan Rp238,9 Triliun dana PEN

BERITA TERKAIT