15 October 2020, 14:35 WIB

ESDM Kembangkan Tujuh Skema Hilirisasi Batu bara


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengembangkan tujuh skema hilirisasi industri batu bara. Tujuh skema yang tengah dikembangkan oleh pemerintah, yakni gasifikasi batu bara, pembuatan kokas (cokes making), underground coal gasification, pencairan batu bara, peningkatan mutu batu bara, pembuatan briket, dan coal slurry/coal water mixture.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu bara Ditjen Mineral dan Batu bara Sujatmiko menuturkan, skema tersebut untuk menjaga kebutuhan energi. "Tujuh hilirisasi ini masa depan batu bara kita agar menjadi tulang punggung (backbone) energi, baik di Indonesia maupun dunia," ujar Sujatmiko dalam keterangan resminya, Kamis (15/10).

Kementerian ESDM menargetkan penambahan tiga fasilitas peningkatan mutu batu bara (coal upgrading) pada 2024, 2026, dan 2028 dengan kapasitas masing-masing mencapai 1,5 juta ton/tahun.

Proses gasifikasi akan dilakukan PT Bukit Asam sebagai upaya substitusi liquified petroleum gas (LPG) melalui dimethyl ether (DME) yang beroperasi pada 2024. Hal serupa dilakukan PT KPC dengan kapasitas kurang lebih 4 juta ton.

"Penambahan pabrik briket direncanakan rampung pada 2026 dan 2028 berkapasitas 20 ribu ton per tahun. Rencana dua fasilitas cokes making akan selesai di tahun yang sama dengan kapasitas kurang lebih satu juta ton," jelas Sujatmiko.

Skema hilirisasi industri batu bara, kata Sujatmiko, menjadi peluang bagi sektor tersebut dalam menjaga kebermanfaatan bagi perekonomian nasional. "Kita harus mengonversi bisnis batu bara sesuai dengan perkembangan global dan dalam negeri, misalkan menerapkan clean coal technology (CCT)," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT