15 October 2020, 14:14 WIB

Jasa Logistik Tumbuh Pesat tapi Biaya Tinggi


Wisnu AS | Ekonomi

KEBUTUHAN jasa logistik saat penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melonjak. Pertumbuhan bisnis jasa logistik selama pandemi covid-19 mencapai 100%, bahkan mencapai puncak tertinggi sepanjang September 2020 dengan pertumbuhan hampir 400%.

Hal ini sejalan dengan pertumbuhan penggunaan layanan e-commerce dan marketplace yang meningkat 69% selama masa pandemi covid-19 di Indonesia. Ini berdasarkan data perusahaan konsultan bisnis, RedSeer.

Akan tetapi, biaya tinggi menjadi permasalahannya. Menurut CEO TrawlBens, Beni Syarifudin, permasalahan logistik yang dihadapi para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama ini berupa harga ongkos kirim yang mahal. Tingginya biaya logistik menjadi salah satu masalah krusial ekonomi yang perlu diperhatikan bersama.

“Tanpa perbaikan biaya logistik yang signifikan, UMKM yang menjadi penopang ekonomi nasional tidak mungkin tumbuh dan pulih dari krisis ekonomi sebagai dampak pandemi covid-19,” ucapnya. Saat ini biaya logistik dari daerah-daerah, terutama kabupaten atau daerah tingkat dua masih terlampau mahal.

Banyak produk atau hasil alam dari UMKM, imbuhnya, sulit berkembang karena biaya logistik yang tinggi, semisal manggis atau nangka. Kalau biaya pengiriman murah, UMKM bisa menciptakan produk baru.

Dia mencontohkan masyarakat atau UKM di Sumatramendapat pembeli dari daerah lain, seperti Kalimantan atau Papua, masih terbentur dalam ongkos pengiriman yang sangat tinggi. "Mestinya biaya logistik atau ongkos pengiriman bisa turun 70%-80% dari sekarang," tuturnya.

Tengok saja, ongkos pengiriman dari Tiongkok ke Indonesia cuma Rp9.000/kilogram. Tapi, ongkos kirim dari Jakarta ke Makassar justru Rp30 ribu/kg atau Jakarta ke Manado Rp60 ribu/kg. "Ini kan aneh. Bagaimana mungkin UMKM bisa bersaing dan berkembang dengan ongkos kirim yang begitu mahal?” tegasnya.

Itulah latar belakang TrawlBens hadir untuk memberikan layanan dan harga yang bukan hanya kompetitif, tapi murah. Jadi masyarakat dan UMKM bisa berkembang yang diharapkannya mampu menyerap ribuan pekerjaan.

Beni menegaskan bahwa TrawlBens sebagai aplikasi kargo pertama di Indonesia ini gencar memperluas jaringan dan membuka peluang kemitraan. TrawlBens merupakan start-up aplikasi kargo pertama di Indonesia yang menawarkan jasa door to door yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam kegiatan pengiriman atau perpindahan barang dari dan ke seluruh Indonesia.

Pada tahap awal TrawlBens membuka lima usaha kemitraan, yakni mitra bisnis, mitra tempat, mitra pool warehouse, mitra kurir sepeda motor, dan mitra transporter mobil. “Dengan menjadi mitra Trawlbens, Anda berpeluang memperoleh penghasilan hingga Rp30 juta per bulan dan menjadi mesin penggerak ekonomi Indonesia,” jelas Beni. (OL-14)

BERITA TERKAIT