15 October 2020, 12:10 WIB

Dongkrak Ekspor Produk UKM Babel, Kemenkop Gelar Pelatihan


Despian Nurhidayat | Nusantara

MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku selalu minta jajarannya untuk menjemput bola terhadap pelaku Koperasi dan UKM yang mempunyai potensi ekspor. Bahkan, mereka harus difasilitasi.

Hal itu pun dilakukan oleh Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim yang menggelar kegiatan pelatihan akses pasar berbasis ekspor yang dilaksanakan di Hotel Santika, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Baca juga: UKM Berorientasi Ekspor Bisa Akses Bantuan Kredit LPEI

Tujuan pelatihan ini ialah mendorong UMKM yang mempunyai produk unggulan, sehingga memanfaatkan berbagai peluang pasar melalui ekspor.  "Berdasarkan hasil monitoring di lapangan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai komuditas unggulan untuk ekspor," kata Arif dilansir dari keterangan resmi, Kamis (15/10).

Arif menyebutkan bahwa wajib hukumnya bagi Kemenkop UKM untuk hadir bila satu daerah terdapat komoditas unggulan tetapi pasarnya belum difasilitasi. Di Bangka Belitung sendiri, terdapat potensi yang cukup menjanjikan, antara lain lidi nipah berikut produk turunannya, nanas, dan kopi.

"Kita hadir untuk meningkatkan kapasitas pelaku koperasi dan UKM yang punya potensi untuk ekspor," sambungnya.

Arif tak menampik ada pendapat yang mengatakan bahwa pasar dalam negeri juga terbuka luas. "Tentu itu benar, namun kita melihat produknya. Ada beberapa produk dalam negeri berlimpah namun di pasar luar negeri pemain dan barangnya terbatas. Hal-hal seperti ini yang harus kita raih, karena kita bisa menjadi pemain utama dalam ekspor tersebut," jelas Arif.

Memang, ekspor sektor pertanian masih cukup rendah, yaitu hanya menyumbang US$ 0,35 miliar juta atau 2,54% saja dari total ekspor non-migas. "Artinya, inilah peluang emas yang harus diraih untuk dapat meningkatkan ekspor di sektor pertanian," imbuhnya.

Diakuinya, kelemahan Koperasi dan UKM salah satunya adalah akses pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. "Kami pun secara khusus mendatangkan expert di bidang ekspor, yang hadir adalah pelaku UKM yang sudah malang melintang dalam ekspor," ujar Arif.

Sementara untuk pasar dalam negeri, pihaknya menghadirkan LKPP (Belanja Pengadaan) dan Pasar Digital (PaDi) dari Kementerian BUMN, serta pakar dalam digital marketing.

Arif juag menekankan bahwa UMKM yang eksis mampu bertahan dan beradaptasi dengan pandemi New Normal adalah Koperasi dan UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital, baik melalui media sosial maupun marketplace yang ada.

Saat ini, Kemenkop UKM sudah membangun kolabolasi dengan marketplace. Antara lain, Blibli.com, Lazada, Shoppe, Bukalapak, Tokopedia, untuk pertanian/peternakan dengan sayur box, tanihub, ternaknesia.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Osman Djohan mengatakan pihaknya telah melakukan ekspor lidi nipah ke Nepal. "Pelepasan ekspor perdananya dilakukan langsung Menteri Koperasi dan UKM pada Juli lalu," kata Erzaldi.

Untuk itu, Erzaldi berharap, dari 669 Koperasi dan kurang lebih 180 ribu UKM di Babel dapat melakukan ekspor juga. Pasalnya, banyak potensi produk yang dapat dijual ke luar negeri. Misalnya, olahan hasil makanan laut, rempah-rempah, dan handycraft.

Bagi Erzaldi, kehadiran Kemenkop UKM melakukan pelatihan di Provinsi Bangka Belitung merupakan berkah sekaligus bentuk kepedulian dan secercah harapan bagi pelaku UMKM.

"Diharapkan bagi pelaku UMKM yang mempunyai produk unggulan berorientasi ekspor, mampu meningkatkan kapasitas keterampilan dan keahliannya. Sehingga, menjadi penggerak perekonomian dan pemerataan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," pungkasnya. (Des/A-1)

BERITA TERKAIT