15 October 2020, 13:35 WIB

Ramai-ramai Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

Bertepatan dengan Hari Cuci Tangan Sedunia pada 15 Oktober 2020, pemerintah Indonesia juga melakukan hal yang sama yakni menyerukan kampanye nasional cuci tangan dengan sabun dengan menggandeng banyak pihak.

Bogor misalnya tepat harinini juga telah melakukan pencanangan hari cuci tangan pakai sabun denggan cara sosialisasi ke seluruh wilayah Bogor. "Kami juga telah mengajak 50 anak-anak secara online yang pesannya adalah perangi covid-19 ini jangan lupa cuci tangan pakai sabun," kata Walikot Bogor Bima Arya dalam webinar Kampanye Nasional & Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia", Kamis (15/10).

Baca juga: FDA Setujui Inmazeb Untuk Pengobatan Antibodi Ebola

Ia melanjutkan, berdasarkan survei yang dilakukan pada masyarakat Bogor, ada sekiatar 30% warga yang mengaku selalu cuci tangan dan ada sekitar 59% warga yang mengaku sering cuci tangan dan sisanya 8% warga yang mengaku jarang cuci tangan. "Angkanya menurut kami masih mengkhawatir, inginnya 80% yang selalu cuci tangan. Ini adalah angka yang menunjukan beatapa pentingny edukasi," kata Bima.

Dampaknya, lanjut Bima, klaster keluarga di Bogor menempati peringkat utama dalam wabah covid-19 di wilayah tersebut, sebagian besar kasus terpapar karena keluar rumah ataupun ke luar kota tanpa memperhitungkan protokol kesehatan termasuk cuci tangan "Berdasarkan data, klaster keluarga di Kota Bogor menempati peringkat utama sampai saat ini ada 277 keluarga dengan kasus positif covid-19 170," 
ujar Bima.

Dalam membangun kampanye cuci tangan dengan sabun, Bima pun mengaku pihaknya telah membangun 2584 partisi cuci tangan.

"Di antaranya ada 466 di sekolah, di masjid 900, kemudian posyandu hampir 1000, sisanya ada perpustakaan dan lain-lain," katanya.

Gerakan ini bukan hanya dilakuakan oleh Kota Bogor, Kementerian Perdagangan dan Kmeterian Agama pun turut meggalakan gerakan ini.

Baca juga: Global Standard Covid-19 akan Diterapkan di Seluruh Bandara

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kemendag Nina Mora mengatakan, Kemendag sudah mengeluarkan surat edaran No 2Tahun 2020 untuk memulihan perdagangan di masa adaptasi kebiasan baru, yang mana kegiatan seperti di pasar rayat, toko swalyan, mall, pusat perbelanjaan, restoran, salon spa dan tempat hiburan disebutkan wajib melakukan protkol kesehatan.

"Yang menjadi dasar pertimbangan juga disebutkan harus menyediakan cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan memakai masker harus tetap dijaga dalam pelaksanaan aktifitas tersebut disamping pengaturan lain seperti pembatasan waktu kunjungan pengecekan suhu, dan penggunaan ruang terbuka," kata Nina.

Ia melanjutkan, pihaknya telah me-refocusing anggaran untuk membantu pasar rakyat dan pusat perbelanjaan memberikan partisi cuci tangan. Kemendag membantu pasar pasar yang menjadi pantauan kemendag yakni di 106 kabupaten kota dengan jumlah pedagang sekitar 28.406. 

"Jadi rata-rata setiap pasar kami bantu 65 pedagang. Bantuan tersebut berupa partisi loss, memutus rantai antara pedagang dan pembeli dan juga membuat masker, membantu face shield, disinfektan, dan tempat cuci tangan," ungkap Nina.

Kementerian Agama juga melakukn hal yang sama, namun diberikan dalam bentuk bantuan operasional (BOP) kepada 21.173 pesantren, 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan 112.008 Lembaga Pendidikan Al Qur'an (LPQ). Bantuan ini antara lain dapat digunakan untuk pembiayaan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, seperti membayar listrik, air, keamanan, dan lainnya. Selain itu, bantuan juga bisa untuk membayar honor pendidik dan tenaga kependidikan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam dalam kegiatan pencegahan dan pengendalian covid-19.

“Juga bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan kebutuhan protokol kesehatan, seperti membeli sabun, hand sanitizer, masker, thermal scanner, penyemprotan desinfektan, wastafel, alat kebersihan dan lainnya,” tutur Diraktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghafur. (H-3)

BERITA TERKAIT