15 October 2020, 13:25 WIB

Kemenkes Serukan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

Tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari paparan virus , kuman dan bakteri, sehingga mencuci tangan dengan air saja belum cukup.

Untuk itu pula pemerintah menetapkan kampanye nasional cuci tangan dengan sabun mulai Kamis (15/10).

Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari, covid-19 telah mengingatkan kita semua untuk bisa melakukn perilaku hidup bersih dan sehat terasuk di antaranya mencuci tangan pakai sabun.

Baca juga: CEPI Percayakan Bio Farma untuk Produksi Vaksin Covid-19

"Pandemi covid menjadi pengingat yang utama bahwa salah satu cara yang sederhana namun efektif yakni dengan cara cuci tangan pakai sabun," kata Kirana dalam webinar Webinar "Kampanye Nasional & Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia", Kamis (15/10).

Kebersihan tangan menjadi penting untuk menjaga anak-anak, guru, dokter dan masyarakat agar aman dari penyebaran virus yanng menular.

Ia juga mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun masih rendah. Bahkan 40% populasi dunia atau 3 miliar penduduk tidak memiliki akses dan fasilitas kesehatan cuci tangan.

"Selain mencegah covid-19 dan penyakit menular lainnya, cuci tangan merupakan salah satu pilar dari 15 gerakan sanitasi masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan langkah ini telah dikampanyekan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mana menyatakan perang kepada pandemi dengan tiga kampanye, yaitu kampanye pakai masker pada Agustus 2020, kampanye jaga jarak pada September, dan kampanye cuci tangan pada bulan ini.

Kampanye hari ini pun bertepatan dengan Hari Cuci Tangan Dunia "Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu tiga perilaku dari langkah efektif untuk mencegah Covid-19, selain pakai masker dan jaga jarak," kata dia.

Dalam hal ini, Kemenkes menggandeng pemerintah daerah untuk menyusun regulasi dan aksi untuk mendorong masyarakat mencuci tangan pakai sabun. Pemerintah pusat juga menggandeng pihak swasta agar kampanye tidak hanya seremonial tetapi aksi nyata untuk kesejahteraan bersama. Adapun kampanye nasional cuci tangan pakai sabun akan berlangsung hingga November 2020.

"Semoga ini bukan menjadi aksi seremonial saja tetapi menjadi aksi terus menerus untuk kesejahteraan bersama. Saya berharap apa yang kita serukan hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua," pungkas Kirana. 

BERITA TERKAIT