15 October 2020, 05:55 WIB

Sumatra Selatan Menyambut Bendungan Pertama


(DW/RK/BB/AT/N-3) | Nusantara

KUNJUNGAN ke Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, kemarin, membuat Herman Deru bungah.

Perlahan namun pasti, bendungan yang dibangun pemerintah pusat di lokasi itu terus berjalan.

Gubernur Sumatra Selatan itu bertekad membawa daerahnya sebagai lumbung pangan utama di Indonesia. Sejumlah kabupaten pun sudah menjadi daerah penghasil beras.

"Bendungan Tiga Dihaji itu merupakan kabar baik bagi pertanian Sumatra Selatan.

Dari bendungan inilah air akan disuplai ke lahan pertanian di berbagai kabupaten," tutur Herman.

Bendungan yang pembangunannya ditargetkan tuntas pada 2023-2024 itu akan menjadi bendungan satu-satunya di provinsi ini. Pembangunannya menelan anggaran hingga Rp3 triliun.

"Bendungan akan mengaliri irigasi baru di lahan pertanian seluas 25.423 hektare. Hasil pertanian dari Sumatra Selatan akan terus terjaga sepanjang tahun, karena mendapat aliran air yang baik dari bendungan ini," tandas Herman.

Bendungan Tiga Dihaji akan mampu menampung air hingga 105 juta meter kubik. Selain pertanian, lokasi ini juga akan dikembangkan untuk perikanan, air baku PDAM, sumber energi listrik, dan pariwisata.

Masih di Sumatra, PT Hutama Karya juga terus bekerja keras membangun Jalan Tol Trans-Sumatra sepanjang 2.765 kilometer. Tidak hanya di koridor utama, tapi juga ruas-ruas pendukung. Salah satunya yang tengah dalam proses kontruksi ialah koridor Palembang-Bengkulu.

"Progres pembangunannya berjalan cukup baik. Pembangunan tol di koridor Palembang-Bengkulu itu mendapat dukungan penuh komponen masyarakat dan pihak-pihak terkait," ujar Direktur Operasi I Hutama Karya Suroto.

Ia mengakui berkat dukungan masyarakat, proses pembebasan lahan bisa bergerak maksimal dan konstruksi terus berjalan. (DW/RK/BB/AT/N-3)

BERITA TERKAIT