15 October 2020, 04:20 WIB

Pencairan Bantuan Operasional Pesantren Tahap 2 Capai Rp2 T


(Wan/H-3) | Nusantara

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mencairkan bantuan operasional bagi pesantren dan pendidikan keagamaan Islam dalam masa pandemi covid-19. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur mengatakan hingga kini Kemenag sudah melakukan dua tahap pencairan dengan total anggaran lebih dari Rp2 triliun. "Alhamdulillah, proses pencairan terus berjalan. Totalnya mencapai Rp2,02 triliun," kata Waryono Abdul Ghafur dalam keterangan resmi, kemarin.

Kementerian Agama telah menerima amanah anggaran bantuan operasional di masa pandemi covid-19 bagi pesantren dan pendidikan keagamaan Islam dengan total anggaran sekitar Rp2,599 triliun. Anggaran tersebut dicairkan dalam tiga tahap. Tahap pertama, dicairkan mulai akhir Agustus dengan anggaran Rp930,84 miliar (35,8%). Tahap kedua, dicairkan pada awal Oktober dengan anggaran mencapai Rp1,089 triliun (41,9%). "Tahap III sudah masuk ke KPPN. Totalnya Rp578,62 miliar atau 22,3%. Insya Allah minggu depan sudah bisa diproses pencairannya," ujar Waryono.

Ia menambahkan, bantuan operasional pendidikan (BOP) di masa pandemi covid-19 ini diberikan negara untuk membantu 21.173 pesantren, 62.153 madrasah diniyah takmiliyah (MDT), dan 112.008 Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ). Bantuan ini antara lain dapat digunakan untuk pembiayaan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, seperti membayar listrik, air, keamanan, dan lainnya.

Selain itu, bantuan juga bisa untuk membayar honor pendidik dan tenaga kependidikan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam dalam kegiatan pencegahan dan pengendalian covid-19.

Pekan lalu, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan revisi juknis penyaluran bantuan sudah selesai sehingga proses pencairan dalam dilanjutkan. "SK Penetapan Penerima Bantuan juga sudah terbit," ujar Zainut. (Wan/H-3)

BERITA TERKAIT