15 October 2020, 08:28 WIB

Banjir Surut, 20 Desa di Garut Dikepung Lumpur


Kristiadi | Nusantara

BANJIR di 20 desa tersebar di tiga kecamatan akibat Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat kini menyisakan material lumpur. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan berdasarkan data BPBD Kabupaten Garut, ada tiga kecamatan terdampak banjir yaitu Kecamatan Pameungpeuk, Cikalet dan Cibalong.

Desa yang paling terdampak di Kecamatan Pameungpeuk yaitu Desa Mancagahar, Mandalakasih, Jatimulya, Pameungpeuk, Sinarbakti, Bojongkidul, Paas dan Bojong Kaler. Desa-desa di wilayah Kecamatan Cikalet yang terdampak yakni di Desa Pamalayan, Cikelet, Cigadog, Linggamanik dan Pamalayan.

Sedangkan di Kecamatan Cibalong, yang telah terdampak di Desa Karyamukti, Karyasari, Najaten, Mekarwangi, Mekarsari, Sagara dan Mekarmukti. Data penyintas untuk saat ini berjumlah 238 KK dengan total populasi terdampak sekitar 2.779 KK atau 9.177 jiwa. 

Hasil penilaian sementara ini, kerugian materiil berupa rumah rusak berat 136 unit, rumah rusak sedang 197, rumah dan rusak ringan 613 serta 2.180 rumah terendam. Kerugian juga menimpa fasilitas publik yakni tempat ibadah rusak ringan 25 unit, fasilitas Kesehatan rusak ringan 10 unit dan fasilitas pendidikan masih dikaji tingkat kerusakannya. Untuk jembatan rusak berat berjumlah 18.

baca juga: Luas Karhutla di Kalsel menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) yakni 15-16 Oktober 2020, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang. Kabupaten Garut termasuknya wilayah dengan kategori kelas sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Di wilayah itu ada 30 kecamatan teridentifikasi pada kategori bahaya banjir, dengan jumlah potensi populasi terpapar mencapai 209.139 jiwa. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT