15 October 2020, 05:55 WIB

Menlu Retno Sebut Kebijakan Inggris Berpotensi Hambat Ekspor


Medcom | Internasional

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan kekhawatiran Indonesia terhadap rencana Inggris memberlakukan tindakan due diligence (uji kelayakan) terhadap berbagai produk pertanian. Kebijakan tersebut termasuk pada kelapa sawit dan kopi yang menjadi salah satu produk ekspor unggulan RI.

Kebijakan tersebut, ujar Retno, berpotensi menjadi penghambat non-tarif ekspor Indonesia ke Inggris.

"Saya sarankan agar kita duduk dan membahas kemungkinan pembuatan mutual recognition dari kebijakan yang telah dimiliki masing-masing negara mengenai supply chain sustainability," ujar Retno dalam jumpa pers virtual usai bertemu dengan Menlu Inggris Dominic Raab, Rabu (14/10).

Baca juga: Indonesia Buka Peluang Uji Vaksin Covid-19 Asal Inggris

Menlu Retno juga menyampaikan bahwa akan ada sejumlah investor yang tertarik untuk melakukan investasinya di Indonesia dalam bidang energi terbarukan.

"Saya menyambut baik minat kuat dari beberapa investor Inggris di bidang renewable energy," ungkap Menlu Retno.

Ada pun beberapa perusahaan yang tengah menaruh minat untuk melakukan investasi adalah Aggreko yang merencanakan operasinya di Indonesia dari suplai gas dan diesel ke suplai solar PVs. Kemudian Orbital Marine Power yang merencanakan membangun proyek tidal turbine yang akan memproduksi energi 10 megawatt di wilayah timur Indonesia dan Nova Innovation yang berencana membangun off-grid tidal turbine.

Selain membahas bilateral, kedua menlu juga membicarakan kerja sama vaksin.

Retno mengatakan dirinya mengadakan berbagai pertemuan yang dilakukan Indonesia selama berada di London. Beberapa pertemuan tersebut, antara lain, dengan AstraZeneca, Imperial College London, dan juga CEPI. (OL-1)

BERITA TERKAIT