15 October 2020, 05:38 WIB

Indonesia Buka Peluang Uji Vaksin Covid-19 Asal Inggris


Medcom | Internasional

PEMERINTAH Indonesia melakukan kerja sama dengan Imperial College London (ICL) dalam rangka pengembangan vaksin covid-19.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan delegasi Indonesia lainnya melakukan penandatanganan Letter of Intent ICL, VacEquity Global Health ltd (VGH).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia membahas berbagai potensi kerja sama strategis ke depannya. Menlu Retno mengatakan berbagai kerja sama yang dibahas antara lain penelitian, pendidikan, dan inovasi terkait dengan pengembangan platform vaksin self-amplifying RNA (saRNA).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Inggris Melonjak

"Selain itu, kerja sama soal pencegahan serta pengendalian penyakit menular, teknologi kesehatan, dan peningkatan sumber daya manusia di bidang kesehatan," ujar Menlu Retno dalam konferensi pers virtual, Rabu (14/10).

"Indonesia dan ICL terus membahas kemungkinan dilakukannya uji klinis tahap ketiga untuk jenis vaksin saRNA di Indonesia," imbuhnya.

Vaksin saRNA ini, memungkinkan pengembangan unit manufaktur modular atau pop-up yang dapat memastikan akses cepat atas vaksin di mana pun di dunia.

"Jadi intinya, berbagai pertemuan di London juga sangat bermanfaat bagi upaya kita untuk memperkuat health security dan kemandirian Indonesia dalam menghadapi penyakit infeksi masa depan dalam kerja sama teknis dengan CEPI dan ICL," ujar Menlu Retno.

Selama berada di London, rombongan pemerintah Indonesia juga melakukan berbagai pertemuan lain dengan CEPI, AstraZeneca, serta pertemuan dengan beberapa peneliti pelajar Indonesia di bidang kedokteran khususnya dalam pengembangan alat diagnostik terapeutik dan vaksin covid-19. (OL-1)

BERITA TERKAIT