15 October 2020, 04:41 WIB

Pandemi Paksa Masyarakat Jalani Transformasi Digital


Des/Ant/X-6 | Humaniora

KEMUNCULAN pandemi covid-19 telah memaksa masyarakat untuk mengadopsi, melibatkan, dan melakukan transformasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Era digital dengan industri 4.0 itu memberikan disrupsi. Disrupsi karena digital dan kita juga tidak duga bahwa tahun ini kita juga terkena disrupsi pandemi covid-19,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Wisuda PKN STAN secara virtual, kemarin.

Menurut Sri Mulyani, digitalisasi merupakan tantangan yang sangat sulit untuk dapat diaplikasikan masyarakat sebelum terjadi pandemi covid-19. Contohnya, di Kementerian Keuangan sejatinya telah menerapkan transformasi digital sebelum ada pandemi. Namun, itu masih dalam tahap permulaan.

Transformasi yang dilakukan Kemenkeu antara lain ialah membuat keseluruhan dokumen dalam bentuk digital, naskah dinas digital, tanda tangan digital, hingga menerapkan fl exible working hour.

“Itu masih dalam tahap permulaan dan percobaan. Lalu, tiba-tiba kita dihadapkan pada covid-19 yang memaksa kita untuk tidak masuk kantor, namun kita harus tetap bekerja,” ujar Sri Mulyani.

Terlebih lagi, ia menuturkan saat ini terdapat sebuah pertanyaan lelucon mengenai transformasi digital di tengah pandemi covid-19, yaitu siapa yang paling powerfull dalam memimpin transformasi dari sebuah perusahaan menjadi digital.

“Ada sebuah joke atau lelucon yang mengatakan siapa sih yang powerfull dan memimpin transformasi dari perusahaan Anda untuk menjadi digital,” tuturnya.

Kemudian terdapat tiga pilihan jawaban dari pertanyaan tersebut yaitu CEO atau pemimpin perusahaan, CIO atau pemimpin teknologi informasi perusahaan, dan covid-19.

“Jawabannya covid-19. Ini mungkin lelucon, tapi itu benar,” kata Sri Mulyani. Pandemi memaksa masyarakat menerapkan digitalisasi pada kehidupan sehari-hari karena saat ini satu-satunya cara untuk menekan jumlah kasus hanya dengan social distancing sehingga aktivitas menjadi terbatas.

Senada, sebelumnya, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat juga menyatakan adanya pandemi covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia, telah mendorong masyarakat untuk beraktivitas dengan menggunakan teknologi digital. Mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari-sehari, alat komunikasi, sistem pembayaran, sarana pendukung belajar, sampai dengan bekerja, dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi. (Des/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT