15 October 2020, 03:45 WIB

Novita Angie Tetap Waras dengan Berkebun Ria


Zubaedah Hanum | Humaniora

PANDEMI covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 7 bulan menjadi ujian kewarasan bagi siapa pun. Nah, presenter sekaligus aktris Novita Angie, 44, punya hobi baru yang membuat kesehatan mentalnya tetap terjaga, yaitu berkebun.

My new hobby, something to keep me sane during this pandemic season,’ tulisnya di akun Instagram, Selasa (13/10), dalam foto bergambar dirinya di antara hijaunya tanaman di salah satu sudut rumahnya.

Istri Sapto Haryo Rajasa itu menuturkan, masa pandemi ini merupakan masa yang berat bahkan bisa membuat orang jadi stres, terganggu mentalnya akibat segala sesuatu yang penuh dengan ketidakpastian.

Belum lagi kebiasaan dan gaya hidup kita yang dipaksa untuk berubah akibat covid-19. Sebelum pandemi, kata Angie, orang melepas stres sama pekerjaan atau masalah hidup dengan kongko atau berlibur menikmati pemandangan alam. Saat ini, kedua hal itu sulit dilakukan karena masih tingginya angka penularan covid-19.

“Jadi, untuk menjaga mental kita supaya tetap sehat, punya hobi itu penting supaya bisa mengalihkan stres kita,” tukas pemilik nama Novita Anggreini itu yang menjadi salah satu finalis Gadis Sampul 1992.


Patahkan mitos

Gara-gara tanaman, Angie jadi lebih betah berada di rumah serta punya teman dan komunitas baru yang menjadi tempatnya curhat.

Salah satu sahabatnya, model dan juga presenter Ersa Mayori, 41, pun memiliki ketertarikan yang sama dengan tanaman. Keduanya dalam beberapa kesempatan terlihat memburu aneka tanaman dan mempelajari cara merawatnya langsung ke ahlinya.

Setelah tiga bulan melakukan kegiatan berkebun, ibu dua anak itu pun sangat gembira karena berhasil mematahkan mitos kalau dirinya tidak cocok merawat tanaman.

“Aku tuh katanya tangannya panas. Sempat percaya sama mitos itu karena dulu setiap pelihara tanaman pasti berujung tanamannya mati. Masuk bulan ke-3 punya hobi tanaman dan bersyukur banget 90% masih selamat sampai sekarang,” ucapnya.

Setiap sore, Angie menyiram sendiri tanaman-tanaman di rumahnya. Dedaunan yang sudah kuning dan mati dipotong sambil dicek ada yang sakit atau tidak. Jika ada tanamannya yang sakit, ia berusaha memberi vitamin.

Beberapa waktu yang lalu, kata Angie, ada tanaman miliknya yang kena spider mites. Ia terus memikirkan hal itu karena tidak punya obatnya. Setelah menjelajah internet, Angie menemukan obat antihamanya dan bahkan berhasil meracik sendiri.

“Lumayan terselamatkan walaupun masih dalam masa recovery. Puas banget rasanya. Ternyata kunci pelihara tanam an itu adalah pakai hati. Jadi, enggak ada tuh istilah tangan dingin dan tangan panas, yang ada diurusnya pakai hati dan perhatian,” tutur perempuan kelahiran 30 November 1975 tersebut. (H-2)

BERITA TERKAIT