14 October 2020, 23:32 WIB

PPAT Dicecar Tanah Hibah untuk Rachmat Yasin


Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

PEJABAT Pembuat Akta Tanah (PPAT) Suwandi diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus pemotongan uang dan gratifikasi oleh eks Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY). Penyidik mengusut dugaan pemberian tanah hibah kepada Rachmat.

"Suwandi PPAT dikonfirmasi mengenai dugaan hibah tanah untuk diberikan kepada tersangka RY," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (14/10).

KPK juga memeriksa tiga saksi lainnya, yakni mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bogor Enung, eks Kasubag Keuangan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Kholid Mawardi, dan Bagian Keuangan RSUD Leuwiliang Adib.

Baca juga : Perkara Nurhadi Segera Disidangkan

Ketiga saksi diminta menjelaskan terkait dugaan gratifikasi dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten Bogor untuk diberikan kepada Rachmat.

Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka pada 25 Juni 2019. Dia diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa SKPD senilai Rp8,9 miliar.

Fulus tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati serta kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif pada 2013-2014. Dalam kasus gratifikasi, Rachmat diduga menerima tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor, dan mobil Toyota Vellfire seharga Rp825 juta.

Rachmat sedianya sudah divonis lima tahun enam bulan penjara dan denda Rp300 juta. Dia terbukti menerima suap Rp4,5 miliar untuk memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT